Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PT BPD Kaltimtara Unit Usaha Syariah di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Rabu (11/11).
 

Isran meletakkan batu pertama didampingi Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin beserta jajaran direksi dan Komisaris Utama Sulaiman Gafur beserta anggota.

"Saya berharap pembangunan gedung Bankaltimtara Syariah ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan target," katanya.

Tentunya dengan fasilitas gedung baru, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran serta berkahnya atas dibangunnya Gedung Bankaltimtara Unit Usaha Syariah ini. Saya yakin pasti meningkatkan pendapatan," katanya.

Di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur dan Kota Samarinda sebagai sebuah komunitas yang memiliki umat Islam terbanyak sudah sepantasnya dan sewajarnya mengembangkan unit usaha syariah.

Selaku pemegang saham pengendali PT BPD Kaltimtara, gubernur menyebut  pengembangan unit usaha syariah ini tidak perlu terlalu melihat keatas.

"Ini sesuai yang diinginkan masyarakat, juga umat Islam, agar salah satu bank yang bersyariat Islam harus dibentuk. Yang penting halal, yang penting di ridhoi Allah Subhannahu Wata'ala," kata Isran Noor.

Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin menjelaskan Bankaltimtara Syariah sudah berusia 14 tahun, total aset per September 2020 mencapai Rp1,7 triliun. Pembangunan gedung empat lantai ini di atas lahan seluas 2.400 meter persegi.

"Ditargetkan selesai 2022 (3 tahun) pengerjaan total anggaran Rp45 miliar. Gedung terdiri dari empat lantai dengan total luasnya 2.200 meter persegi. Diharapkan menjadi sebuah kantor representatif di Kota Samarinda," jelasnya.

Hadir Habib Muhammad bin Mudhor Al-Athos, Asisten II Setkot Samarinda Endang Liansyah, Camat Sungai Pinang Hj Siti Hasanah dan Lurah Sungai Pinang Dalam.

Pewarta: Arif Maulana

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020