Pertamina menjadwalkan penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk Kota Samarinda dan sekitarnya sebanyak 6.000 kiloliter gasoline pada Rabu malam menyusul pengiriman 200.000 KL dari tanker yang sebagiannya sudah dibongkar dan disalurkan di Kota Tepian itu sejak Selasa (29/10) sore.

“Pada hari ini Rabu (30/10) kami salurkan sebanyak 1.930 kiloliter untuk SPBU-SPBU di Samarinda dan sekitarnya,” kata Humas Pertamina Kalimantan Heppy Wulansari di Balikpapan, Rabu.

Gasoline adalah sebutan untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, pertalite, dan pertamax.

Menurut Heppy, jumlah penyaluran tersebut dilebihkan hingga 70 persen dari penyaluran biasa yang hanya 1.140 KL per hari.

Sebelumnya di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut selama dua hari terakhir terjadi antrean panjang kendaraan warga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan BBM.

“Tumben juga antre panjang buat pertalite,” kata Olla, warga Jalan Juanda, yang rumahnya berjarak hanya 300 meter dari SPBU di jalan itu. Biasanya yang antrenya sampai depan rumahnya adalah truk-truk yang mau beli solar bersubsidi.

Terminal BBM Samarinda yang bertanggung jawab memasok SPBU-SPBU itu melayani hingga 24 jam sampai persediaan di seluruh SPBU kembali normal.


Truk tangki untuk menyalurkan stok BBM ke SPBU. (novi abdi/Antara)

“Kami targetkan Kamis besok sudah tidak ada lagi antrean panjang kendaraan hingga keluar SPBU,” ujar Heppy.

Pertamina berharap penambahan pasokan ke SPBU dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga tidak perlu panik dan melakukan aksi borong.

“Beli BBM sesuai kebutuhan saja,” kata Heppy.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta mengawasi pelayanan di SPBU. Jika ada pelayanan yang kurang baik, masyarakat dapat menginformasikan melalui call centre Pertamina di nomer telepon 135. Selain itu jika ada indikasi penyimpangan di SPBU oleh oknum pengetap, masyarakat dapat melaporkan ke aparat.

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2019