Samarinda (Antaranews Kaltim)- Pemerintah pusat melalui  Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Bangda Kemendagri)  mencari informasi dan mengumpulkan data  lintas sektor terkait pencegahan  kasus stunting  (kerdil)  karena anak kurang gizi.

"Kami ditugaskan mengumpulkan data lintas sektor hingga April 2019 tujuannya untuk  mendapatkan data,  model  simulasi yang  nantinya akan diserahkan ke Dirjen Bina Bangda  untuk digabungkan menjadi  program penanganan secara nasional,"kata Konsultan Ditjen Bina Bangda Kemendagri RI, Novel Gofur saat melakukan kunjungan  ke Kantor DPMPD Kaltim, Kamis (1/11).

Ia mengatakan dalam hal ini  Dirjen Bina Bangda bakal menjadi koordinator dalam pelaksanaan program Investasi dalam Program Nutrition and Early Years (INEY) atau pencegahan stunting melalui seribu hari pertama kehidupan dengan intervensi bagi keluarga kurang beruntung.

Adapun pelaksanaannya dilakukan  secara lintas sektor terkait, baik pada tingkat pusat maupun tingkat daerah sesuai sektor masing-masing. Oleh karena itu Ditjen Bina Bangda turun untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan sebagai instrumen mengembangkan program INEY.

Menurutnya , hal tersebut dilakukan dalam rangka memaksimalkan upaya pencegahan terjadinya stunting di seluruh Indonesia. Sebab pencegahan stunting sekarang menjadi salah satu isu strategis nasional yang kendali pelaksanaannya menjadi tugas Wakil Presiden.

"Kondisinya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 2013 kasus stunting mencapai 37 persen tersebar tidak hanya tingkat provinsi dan kabupaten, tapi juga tingkat pusat," katanya.

Oleh karena itulah kondisi tersebut  menjadi dasar,  makanya Wapres  mengambil langkah  untuk melakukan  kegiatan pencegahan. Apalagi informasinya sejak 2007-2013 dana kesehatan yang diperuntukan untuk penanganan stunting sebesar Rp54 triliun belum memberi kontribusi positif.

Dikemukakan  Novel Gofur, jika  melihat negara-negara berkembang berhasil menurunkan angka stunting karena  mereka sudah menyatukan kegiatanlintas sector.

Sekretaris DPMPD Kaltim, Surono didampingi Kasubag Perencanaan Program, Esthi Susila Rini menyambut baik kunjungan dari Konsultan Ditjen Bina Bangda Kemendagri RI  tersebut.

"Untuk penanganan stunting lingkup DPMPD  Kaltim  membantu dan memberikan dukungan  hanya bersifat fungsi koordinasi di Posyandu, PKK, dan Pokja," katanya..

Sementara kunjungan Konsultan Ditjen Bina Bangda Kemendagri RI  ke Kaltim di antaranya ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. (*)

 

Pewarta: Arif

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018