Penajam (Antaranews Kaltim) - Permukiman warga di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terancam longsor, seiring terjadinya keretakan tanah yang cukup panjang di daerah itu.

"Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) telah melakukan pengukuran dimensi longsor di Desa Telemow itu," kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Perlengkapan BPBD Penajam Paser Utara Nurlaila, ditemui Antara di Penajam, Selasa.

Menurut dia, panjang retakan di sisi permukaan tanah mencapai sekitar 60 sampai 70 meter dengan lebar retakan 4-6 centimeter, kedalaman retakan tersebut sekisar 15 centimeter.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengimbau warga yang berada pada lokasi rawan longsor untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

"BPBD telah membuka posko untuk terus memantau perkembangan di lapangan, serta siaga untuk melakukan evakuasi warga yang rumahnya terancam longsor," ucap Nurlaila.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga mendirikan tenda pengungsi dan dapur umum untuk membantu warga Desa Telemow yang mengungsi.

"Pemantuan di wilayah Desa Telemow yang terancam longsor akan dilakukan hingga tiga hari ke depan dan kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanggulangan ancaman bencana longsor," tambahnya.

Sampai saat ini, sebanyak 20 jiwa dari 15 kepala keluarga di RT 06 dan 07 Desa Telemow yang rumahnya terancam longsor sudah mengungsi.

Namun demikian, masih terdapat 47 jiwa dari 11 kepala keluarga di RT 07 Desa Telemow yang belum mau mengungsi, padahal di daerah itu sangat berpotensi terjadi longsor.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar kepada warga Desa Telemow yang mengungsi tersebut.

"Kami memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi di rumah keluarganya maupun tetangga yang aman dari bencana longsor," imbuh Nurlaila. (*)

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018