Balikpapan (ANTARA News - Kaltim)- Pemkot Balikpapan secara nyata melakukan penghematan BBM, yakni adanya imbauan agar setiap jumat para pegawai tidak menggunakan kendaraan dinas dan pribadi ke kantor.

"Terhitung sejak dua pekan lalu, para pejabat yang mendapat kendaraan dinas diharuskan mengandangkan mobil atau motornya setiap Jumat, dan pergi ke kantornya dengan menggunakan sepeda atau kendaraan umum," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkot Balikpapan, Aji Sofyan di Balikpapan, Jumat.

Hasilnya memang cukup menggembirakan, yakni Pemkot bisa menghemat hingga 5.000 liter BBM per hari.Apabila dihitung dengan harga premium, jumlah itu senilai dengan Rp22,5 juta atau satu tangki kapasitas 5 ton."Tentu bisa membantu menghemat subsidi BBM juga," kata Aji Sofyan.

Setiap harinya ada tidak kurang dari 800 kendaraan dinas milik Pemkot, baik roda dua, roda empat, maupun roda enam, baik di Balaikota, kantor DPRD Balikpapan,  maupun di dinas-dinas.

Menurut Aji Sofyan, setiap kendaraan roda dua mendapat jatah BBM 2 liter per hari, roda empat dengan operasional biasa 10 liter, roda empat dan roda enam dengan operasional tinggi bisa mendapat jatah BBM hingga 15-20 liter.

 "Tentu saja penghematan ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Aji Sofyan.

Truk-truk sampah milik Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman, misalnya, tetap beroperasi dengan skala penuh dan tetap mendapat jatah BBM maksimal.

Penghematan dimulai dari mobil dinas yang hanya dipakai dari rumah ke kantor.
   Langkah berikutnya yang direncanakan dimulai setelah Idul Fitri nanti, untuk karyawan yang rumahnya relatif jauh dari Balaikota atau kantornya, Pemkot berencana mengadakan bus angkutan.

 Bus ini akan menjemput karyawan, para PNS tersebut, dari sejumlah halte di pagi hari kerja, dan kemudian mengantar mereka kembali ke haltenya masing-masing untuk pulang.

Sementara ini ada empat halte yang akan disiapkan, yaitu di Balikpapan Baru, di Sepinggan, di Jalan Ruhui Rahayu, dan Balikpapan Barat.

Selain dari surat edaran Mendagri tentang penghematan energi, yang utamanya adalah BBM dan listrik, pelaksanaan penghematan energi ini menjadi lebih mudah karena Wali Kota Rizal Effendi adalah penggemar olahraga.

 "Ya selama ini sejak menjadi wakil wali kota pun, Wali Kota Rizal Effendi suka naik sepeda ke kantor di Balaikota," kata Kabag Humas Pemkot Balikpapan Aji Sofyan.

 "Karena itu Pak Wali ingin kita juga sehat dengan bersepeda, dan tentu juga menghemat BBM," sambung Aji Sofyan.

Wali Kota Rizal Effendi suka naik sepeda kuno, atau biasa disebut sepeda onthel, dari rumah dinasnya di Jalan ARS Muhammad menuju Balaikota di Jalan Jendral Sudirman. Kebetulan jarak antara keduanya tak sampai dua kilometer. "Sementara ini, sifatnya hanya imbauan belum kami tuangkan dalam instruksi resmi," kata Rizal.

Selain kalangan PNS Pemkot Balikpapan, di masyarakat Balikpapan sendiri sudah sejak lama tumbuh komunitas bersepeda untuk pergi dan pulang kerja atau bike to work. Mereka dipelopori oleh para karyawan sejumlah perusahaan migas di Balikpapan seperti Total Indonesie atau Chevron Indonesia Company.

Pewarta:

Editor : Iskandar Zulkarnaen


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2011