Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan kompetisi liga tetap berjalan sesuai dengan jadwal, meskipun dalam perjalanannya banyak dinamika yang terjadi termasuk polemik antarsuporter maupun insiden di lapangan saat pertandingan.

"Liga jalan terus. Namun, kami akan berupaya untuk meminimalisasi insiden di lapangan," kata Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi usai pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin.

Kompetisi sepak bola Indonesia saat ini memang diuji, dengan munculnya sejumlah kejadian termasuk pemukulan terhadap wasit yang memimpin pertandingan Liga 1 Indonesia antara Madura United melawan Borneo FC beberapa waktu yang lalu yang dilakukan oleh oknum suporter.

Kemudian dalam dua pekan terakhir dua orang meregang nyawa berkaitan dengan sepak bola di Indonesia. Yang pertama adalah suporter Persita Tangerang yang meninggal setelah terjadi keributan dengan pendukung tim PSMS Medan pada babak delapan besar kompetisi Liga 2 di Stadion Persikabo Cibinong Bogor.

Yang kedua meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, saat mengawal timnya menghadapi Semen Padang. Meninggalnya pemain senior ini ditengarai kurang maksimalnya sistem pertolongan pertama di lapangan.

Namun, PSSI menegaskan jika pertolongan pada pemain dengan nomor punggung 1 ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur. Meski demikian, induk organisasi sepak bola ini tetap akan melakukan evaluasi terkait prosedur penanganan pemain.

"Penanganan Choirul Huda dilakukan sesuai prosedur. Dievakulasi dan dilanjutkan tindakan ke ICU. Semuanya dilakukan dengan baik," kata pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad itu.

Terkait kelanjutan Liga 2, Edy Rahmayadi menegaskan pihaknya akan kembali mempelajari sistem babak delapan besar. Hal ini dilakukan untuk mengeliminasi kejadian di lapangan seperti yang terjadi sebelumnya.

Apa yang disampaikan oleh Edy Rahmayadi didukung oleh wakil ketua umum PSSI, Joko Driyono. Menurut dia, salah satu yang dikaji ulang adalah lokasi babak delapan besar Liga 2. PSSI menginginkan lokasi pertandingan krusial ini dilakukan di tempat netral.

"Kami akan memanggil PT liga untuk membahas hal ini. Rencananya, pertemuan kami lakukan 20 Oktober," kata pria yang akrab dipanggil Jokdri itu.

Persaingan di Liga 2 memang berlangsung ketat. Bukan hanya di papan atas, pertandingan play off juga berlangsung sengit. Bahkan pada pertandingan play khusus antara Persewangi melawan PSBK Blitar di Stadion Kanjuruhan, Malang beberapa waktu juga berlangsung ricuh. (*)

Pewarta: Bayu Kuncahyo

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017