Penajam (ANTARA Kaltim) -  Warga Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menduga pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang tidak kunjung rampung menjadi penyebab banjir besar yang terjadi di wilayah setempat.

"Kami menduga banyaknya rumah warga yang terendam banjir akibat aktivitas pembangunan Bendungan Lawe-Lawe. Luapan air Sungai Lawe-Lawe kemudian merendam perumahan warga," kata Baharudin, salah satu warga Kelurahan Lawe-Lawe, ketika ditemui di Penajam, Jumat.

Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memperhatikan hal itu dan segera menyelesaikan permasalahan banjir, mengingat tanggul Sungai Lawe-Lawe tidak mampu menahan luapan air.

Dari pantuan di lapangan, bendungan masih dalam tahap pembangunan dan belum memiliki pengatur debit (volume) air, sehingga air di penampungan langsung mengalir ke sungai, membuat Sungai Lawe-Lawe tidak dapat menampung air hingga kemudian meluap turun ke permukiman warga.

Sementara ketinggian air yang merendam rumah warga di wilayah RT 1, 4 dan 5 Kelurahan Lawe-lawe sejak Kamis (12/10), saat ini sudah berangsur surut, dari sebelumnya ketinggiannya mencapai lebih kurang 1,5 meter.

Aliran Sungai Lawe-Lawe nampak normal dan aktivitas warga yang sebelumnya sempat terkendala banjir juga sudah terlihat normal seperti biasa.

"Sebelumnya ketinggian air mencapai 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa sehingga warga tidak dapat beraktivitas," jelas Baharudin.

"Ketinggian air di Sungai Lawe-Lawe mulai turun sejak Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 Wita," tambah Sofyan, warga Kelurahan Lawe-Lawe lainnya yang tinggal di sisi Sungai Lawe-Lawe.

Dari hasil pendataan Badan penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, terdata sebanyak 58 rumah yang dihuni 223 jiwa di RT 1, 4, dan RT 5 terendam banjir sejak Kamis (12/10) pagi.

Pendataan yang dilakukan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut untuk memudahkan upaya penanganan, termasuk penyaluran bantuan.

Untuk membantu dan menampung korban banjir yang mengungsi, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyiagakan tenda darurat lengkap dengan bantuan logistik. (*)

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017