Samarinda (ANTARA Kaltim) – Pemerintah Provinsi Kaltim segera melaksanakan program pengembangan peternakan sapi di lahan kehutanan dengan model agrosilvopastoral.

“Kita akan mengembangkan peternakan sapi integrasi dengan pertanian dan kehutanan melalui model agrosilvopastoral,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya di Samarinda.

Menurut dia, agrosilvopastoral merupakan satu program atau model perpaduan (integrasi) kegiatan pertanian tanaman pangan, peternakan dan kehutanan dalam suatu kawasan.

Apalagi lanjutnya, Pemprov telah menargetkan pencapaian populasi dua juta sapi Kaltim maka berbagai potensi akan dioptimalkan termasuk model penggembalaan sapi di kawasan hutan.

Saat ini ungkap Dadang, pihaknya sudah ada satu kawasan yang akan dikembangkan untuk program agrosilvopastoral yakni di kawasan Kampung Merabu, Kabupaten Berau.

Sejauh ini jelasnya, Dinas Peternakan Provinsi dan Dinas Peternakan Kabupaten telah berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Kehutanan Kaltim  maupun Dinas Kehutanan Kabupaten.

“Kawasan itu (Kampung Merabu) terdapat di lereng gunung di Kecamatan Kelay dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi dan Dinas Kehutanan Kabupaten,” jelas Dadang.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dinas Kehutanan Kaltim diberi target perhutanan sosial seluas 600 ribu hektare.

“Karenanya, guna mendukung program tersebut dikembangkan model agrosilvopastoral atau perpaduan kegiatan pertanian, hutan dan peternakan dalam satu kawasan sebagai bagian dari pemberdayaan sekaligus pengelolaan hutan desa,” ujar Dadang Sudarya. (Humas Prov Kaltim/yans)


Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016