Denpasar (ANTARA Kaltim)- Komisi IV DPRD Kaltim  berharap ada kerjasama antara Dinas Pariwisata Kaltim dengan Dinas Pariwisata Bali dalam pengembangan pariwisata dan pemasaran pariwisata melalui kemitraan. Itulah salah satu pembahasan yang mengemuka dalam pertemuan antara Komisi II dan IV DPRD Kaltim dengan Dinas Pariwisata Bali.

Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris  Komisi IV Rita Artaty Barito, Anggota Ahmad Rosyidi, Sokhip, Gunawarman, Ferza Agustia dan Mursidi Muslim.

Rombongan yang diterima Kepala Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata Provinsi Bali Andriana, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf serta anggota Komisi II Ahmad dan Marsidik.

"Kerjasama ini merupakan salah satu peluang dalam mempromosikan destinasi wisata di Kaltim. Kami berharap Dinas Pariwisata Kaltim dapat menindaklanjuti hasil pertemuan ini," ucap Rita.

Dijelaskan Andriana, saat ini Dinas Pariwisata Bali telah melakukan pengembangan kemitraan, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam negeri, pengembangan dilakukan melalui Forum Kerjasama Mitra Praja Utama (MPU) yang meliputi Provinsi Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Sementara, untuk pengembangan kemitraan luar negeri dilakukan melalui Inter-Island Tourism Policy (ITOP) yang meliputi Provinsi Bali (Indonesia), Hainan (China), Okinawa (Jepang), Jeju (Korea Selatan), Phuket (Thailand), Kampong Cham (Kamboja), dan Penang (Malaysia)

"Beberapa provinsi kepulauan di Eropa dan America juga bergabung sebagai pengamat ITOP, seperti Gotland (Swedia) dan Lakewood City (Amerika)," katanya.

Selain menjalin kemitraan dengan berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri, sambungnya, dalam pengembangan pariwisata ada beberapa hal lagi yang harus dilakukan. Di antaranya melakukan peningkatan kualitas destinasi pariwisata serta mempersiapkan dan meningkatan kualitas sumber daya manusia. dengan cara melakukan pelatihan penjaga tempat wisata dan penyuluhan sadar wisata kepada pelajar dan masyarakat.

"Sumber daya manusia menjadi hal yang penting selain mempersiapkan potensi dan destinasi wisata,"katanya.

Dikatakan Andi Faisal, saat ini Pemrov Kaltim harus lebih serius mengembangkan potensi pariwisata di Kaltim. Karena di tahun-tahun ke depan Kaltim tidak bisa selalu mengandalkan potensi sumber daya alam dan inilah saatnya Kaltim mulai giat membangun sektor pariwisata sebagai andalan peningkatan PAD Kaltim di tahun-tahun mendatang.  

Untuk itu dia mendukung adanya wacana kemitraan pariwisata antara Provinsi Bali dan Kaltim sebagai upaya promosi destinasi pariwisata di Kaltim.

"Dari kemitraan itu kita bisa mempromosikan wisata di Kaltim yang tidak dimiliki di Bali. Begitu juga sebaliknya," tuturnya. (Humas DPRD Kaltim/adv)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016