Samarinda (ANTARA Kaltim) - Ratusan warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu malam, menggelar aksi simpatik untuk Yuyun (14), siswi SMP di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Aksi ratusan warga yang sebagian besar anak muda dari berbagai komunitas yang mengatasnamakan "Gerakan Save Our Sister" (SOS) itu berlangsung di tepian Sungai Mahakam, Jalan Gajah Mada Samarinda.

Dengan mengenakan pakaian putih, mereka berkumpul dan menyalakan lilin serta memanjatkan doa bersama untuk korban.

Linda (23), salah satu peserta aksi, mengatakan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk kampanye melawan tindakan kekerasan seksual terhadap Yuyun, serta anak-anak dan perempuan lainnya.

Ia juga menyesalkan vonis 10 dan 15 tahun penjara bagi pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun yang dianggap ringan dan tidak memberikan efek jera terhadap para pelaku.

"Vonis 10 tahun terhadap pelaku itu sangat tidak adil dan itu tidak memberikan efek jera. Hukuman kebiri lebih pantas untuk para pelaku biadab tersebut," katanya.

Sementara itu, Nia (24), peserta lain yang hadir dalam aksi tersebut berharap para orang tua selalu memerhatikan anak dan memberikan pendidikan moral yang baik dalam mendidik anak.

Ia juga berharap pemerintah selalu melakukan pengawasan dan penyuluhan untuk anak di bawah umur dan orang dewasa.

"Kejadian yang menimpa Yuyun menjadi pelajaran bagi orang tua agar memberikan pendidikan moral kepada anak-anaknya," ujarnya.

Koordinator aksi SOS, Mey Christy menambahkan peristiwa yang menimpa Yuyun merupakan bencana nasional, karena menjadi kasus pemerkosaan paling biadab yang pernah terjadi di Indonesia.

"Saya pikir Indonesia darurat kekerasan seksual, karena banyaknya korban seksual yang melibatkan anak di bawah umur di beberapa daerah," katanya. (*)

Pewarta: Arumanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016