Penajam (ANTARA Kaltim) - Sebanyak 35 sapi jenis "brahman cross" bantuan dari pemerintah pusat kepada kelompok peternak di Kabupaten Penajam Paser Utara, mati diduga karena perawatan tidak maksimal dan kekurangan nutrisi.

"Kematian 35 ekor sapi bantuan dari pemerintah pusat itu, kami duga karena kelalaian dari masing-masing peternak," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno saat dihubungi di Penajam, Selasa.

Ke-35 ekor sapi yang mati tersebut bagian dari 720 ekor sapi "brahman cross" asal Australia bantuan dari pemerintah pusat pada 2015, untuk 15 kelompok peternak di Kecamatan Babalu dan Sepaku.

"Kami menduga, kematian sapi itu karena kurang mendapatkan perawatan yang maksimal dan kekurangan nutrisi," kata Arief Murdiyatno.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, menurutnya, telah memberikan surat teguran kepada kelompok peternak di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, karena memilki tingkat kematian sapi tertinggi.

"Tingkat kematian sapi bantuan kelompok peternak di Desa Gunung Mulia itu mencapai sembilan ekor, jadi kami berikan surat teguran," ujar Arief Murdiyatno.

"Kami juga mendatangkan tim ahli untuk memberikan sosialisasi dan penyuluhan terkait nutrisi dan manajemen pemeliharaan kepada peternak, sebagai upaya menekan angka kematian sapi," katanya.

Sesuai komitmen awal lanjut Arief Murdiyatno, kelompok peternak yang dinilai gagal mengembangbiakkan sapi bantuan tersebut, maka sapi bantuan milik mereka akan dialihkan kepada kelompok peternak lainnya.

Sementara, untuk angka kelahiran hewan ternak sapi jenis "brahman cross` bantuan dari pemerintah pusat tersebut mencapai 446 ekor.      (*)

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016