Samarinda (ANTARA) - Dua pasangan calon bupati dalam Pilkada langsung Kabupaten Bulungan (Kaltim) yang berlangsung Rabu (16/6) bersaing ketat, antara pasangan nomor urut 2, Budiman-Lit Ingai dengan nomor 4, Anang Dahlan-Datu M. Sukur.
Dilaporkan di Tanjung Selor, Kamis, masing-masing pasangan itu mendapat sekitar 30 persen suara dengan selisih peraihan suara sangat ketat.
Ketua KPUD Bulungan, Yahdian Noor belum berani menyatakan angka sementara pihak yang unggul karena terjadi persaingan ketat karena khawatir akan dijadikan patokan masing-masing massa pendukung.
Pilkada Bulungan 2010 diikuti lima pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yakni, Alwan Syaputra dan Haris Fadhillah merupakan pasangan nomer urut 1 dari calon perseorangan, pasangan dengan nomer urut 2 yaitu, Budiman Arifin dan Liet Ingai merupakan calon petahana yang diusung Partai Demokrat, PDIP,PDP, PKS, PDS, PAN, PKPI dan PDK.
Pasangan no 3, Abdul Azis Muhammadiyah dan Ingkong Ala diusung PBR, PBB dan Parta Pelopor, pasangan nomer urut 4 yaitu Anang Dachlan Djauhari yang diusung Partai Golkar, PKB, PPP, PNBK, Gerindra dan Hanura serta pasangan A. Yani dan Syaiful Bachry yang merupakan calon perseorangan dengan nomer urut 5.
"Sampai saat ini, kami baru menerima laporan hasil penghitungan suara dari tujuh kecamatan, namun itupun belum lengkap. Jadi, kami belum bisa memastikan pasangan yang memperoleh suara terbanyak sebab datanya belum kami rekap," ujar Ketua KPU Bulungan itu.
Pilkada Bulungan diikuti 74. 225 pemilih yang masuk DPT (daftar pemilih tetap) yang melakukan proses pemungutan suara pada 256 TPS dari 81 desa di 10 kecamatan.
"Dari hasil pantauan kami, antusias masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya lebih tinggi dibanding saat pemilu legisllatif dan pilpres. Dari pengamatan di beberapa TPS, jumlah pemilih yang datang menggunakan haknya rata-rata mencapai 70 persen," kata Yahdian Noor.
Sehari sebelum pemungutan suara berlangsung, puluhan orang berdemo di depan Kantor KPU Bulungan. Mereka mempertanyakan DPT yang telah ditetapkan KPU setempat karena dinilai masih banyak warga yang tidak tercatat, padahal telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Unjuk rasa yang sempat memanas tersebut akhirnya berhasil diredam aparat keamanan dan pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2010