Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur menjerat sanksi tegas tanpa pandang bulu bagi setiap pengunjung yang terbukti menyelundupkan telepon seluler maupun narkoba, serta menjamin tak ada praktik pungutan liar di lingkungan tersebut.
"Kami langsung melaporkan pengunjung ke pihak kepolisian apabila ketahuan membawa telepon seluler, karena tindakan penyusupan barang tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana yang juga mengarah peredaran narkoba di hunian lapas," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda Puang Dirham usai Apel Deklarasi Ikrar Zero Halinar (Handphone, Pungli dan Narkoba) di Samarinda, Minggu.
Sebagai langkah untuk memberantas praktik pungutan liar yang kerap memfasilitasi penyelundupan, seluruh akses layanan di lingkungan lapas tersebut kini telah digratiskan sepenuhnya bagi masyarakat.
Deklarasi kawasan bebas pungutan liar ini disebarluaskan secara transparan kepada publik melalui pemasangan spanduk peringatan di area tunggu serta kampanye digital lewat media sosial resmi.
Pemberantasan jaringan narkoba dari dalam penjara juga diwujudkan melalui pengetatan penggeledahan blok hunian dan ancaman sanksi berat bagi petugas yang berani melanggar aturan.
Penguatan kapasitas aparatur pemasyarakatan dilakukan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional guna menyosialisasikan instrumen pencegahan kepada seluruh tingkatan petugas hingga jajaran pejabat struktural.
Institusi ini turut memperkuat intervensi medis dan psikologis melalui program rehabilitasi terpadu agar para warga binaan benar-benar bersih dari ketergantungan zat adiktif selama masa penahanan.
"Guna mencegah narapidana kembali memikirkan narkoba pada fase asimilasi, kami mendesain rutinitas harian dengan berbagai variasi kegiatan pembinaan positif berkelanjutan," cakap Puang.
Kualitas sarana dan prasarana fisik yang berada di dalam lingkungan hunian terus ditingkatkan kelayakannya, termasuk penyediaan fasilitas hiburan untuk mengusir kejenuhan.
Selain itu, komunikasi bersama pemerintah daerah terus dibangun untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan edukatif dan kepemimpinan, salah satunya melalui pembinaan karakter.
"Rangkaian pembinaan berbasis keterampilan dan kedisiplinan ini disiapkan sebagai bekal fundamental agar para narapidana saat bebas nanti siap menyongsong kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat," demikian Puang.
Baca juga: Lapas Samarinda obati rindu warga binaan momen Lebaran
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026