Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Jelang Ramadan, angka kriminalitas dipastikan terus meningkat. Masyarakat dituntut waspada. Seperti yang telah terjadi ditahun sebelumnya, kejahatan baik secara kualitas dan kuantitas akan mengalami peningkatan.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengatakan, terutama untuk kalangan warga yang ingin menyetor atau mengambil uang dari bank atau ATM di akhir bulan, disitu merupakan titik rawan pelaku kejahatan beraksi. Sebaiknya, warga meminta pengawalan petugas kepolisian jika jumlah yang akan diambil cukup besar.

"Kriminalitas diperkirakan kian marak saat menjelang Idulfitri. Sebaiknya, warga harus berkoodrdinasi dengan pihak keamanan untuk mencegahnya," kata Jahidin.

Tak hanya itu, yang juga marak terjadi ialah kejahatan jalanan. Misalnya pencurian kendaraan bermotor serta pencurian rumah kosong bila mendekati Idulfitri. Memang, pihak kepolisian akan meningkatkan jumlah personel jaga akan hal ini, namun tetap saja dukungan dan kewaspadaan masyarakat terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar tetap lebih penting.

"Biasanya, pada bulan Ramadan, para pelaku memanfaatkan waktu sahur dan salat tarawih untuk beraksi. Misalnya pencurian dan perampasan motor. Atau membobol rumah yang ditinggal penghuninya pulang kampung," kata Jahidin lagi.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dua kali lipat ketimbang bulan-bulan biasa. Intinya, sinergitas semua pihak diperlukan dalam upaya pencegahan dini. Warga yang berada di lingkungan yang sama harus bahu-membahu untuk menjaga keamanan di sekitar mereka.

"Jika memang nantinya terjadi insiden kejahatan, warga dituntut segera melaporkan kepada pihak kepolisian, agar kasus kejahatan ini bisa diproses sesuai hukum," kata Jahidin yang juga mantan perwira kepolisian ini. (Humas DPRD kaltim/adv)

Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015