Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengunjungi anak yatim Panti Asuhan Kasih Bunda Utari Yayasan Kharisma Pertiwi di Samarinda, pada hari pertama Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Rabu.
 
"Dari kunjungan tersebut, kami menemukan kondisi panti yang memprihatinkan, sehingga kami berkomitmen memberikan bantuan secara permanen agar mereka bisa hidup secara nyaman dan layak," ungkap Akmal Malik.
 
Menurutnya, keberadaan panti asuhan menjadi tanggung jawab negara dan masyarakat. Yayasan yang dikunjungi ini menampung anak-anak kurang beruntung, yang perlu menjadi perhatian bersama.
 
Akmal Malik mengaku prihatin melihat kondisi panti dan belum bisa memberikan bantuan saat itu. Namun, dia memastikan Pemerintah Provinsi Kaltim membantu panti asuhan tersebut.
 
"Negara dan pemerintah harus turun tangan membantu secara permanen, jangan hanya sekedar bulanan," tegasnya.
 
Akmal menjelaskan panti tersebut menampung anak-anak kurang beruntung, termasuk korban kekerasan dari tetangga dan orang tua.
 
"Dari empat panti yang saya kunjungi, Panti Asuhan Kasih Bunda Utari dan Yayasan Karisma Pertiwi yang paling menyedihkan. Saya juga menugaskan Dinas Sosial untuk melakukan penanganan, karena ini harus menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.
 
  Akmal Malik mengatakan Kaltim adalah daerah kaya dan harus menjamin kehidupan yang layak bagi anak yatim serta memelihara anak-anak tersebut.
 
"Insya Allah, semua pemimpin akan melakukan hal yang sama, hanya saja belum ke lapangan. Kami koordinasi dengan wali kota setempat serta mencarikan solusi, sehingga kondisi di lapangan aman untuk anak-anak yang mengalami permasalahan," tuturnya.
 
Akmal menambahkan panti tersebut menampung anak-anak korban pemerkosaan yang ditinggal orang tuanya. "Oleh karena itu, sebagai pemimpin, kita berkomitmen untuk membantu. Tentunya kami juga ingin ada uluran tangan dari para dermawan, bahwasanya ada saudara kita yang membutuhkan bantuan," tuturnya.

 

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024