Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kalimantan Timur Jauhar Efendi mengatakan manfaat Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XVI 2014 tingkat nasional harus dirasakan warga Kota Samarinda sebagai penyelenggara kegiatan nasional tersebut.
"Pemberdayaan masyarakat juga harus dilakukan sebab pelaksanaan TTG XVI 2014 yang digelar di Samarinda ini bukan hanya milik Pemerintah Provinsi Kaltim tetapi milik seluruh masyarakat," katanya di Samarinda, Selasa.
Salah satu wujud pemberdayaan masyarakat pada pelaksanaan TTG XVI itu, kata Jauhar Efendi, adalah pemanfaatan rumah-rumah warga, hotel kelas menengah kebawah serta "home stay" sebagai tempat tinggal para peserta.
Gelar TTG XVI 2014 di Samarinda yang akan berlangsung mulai 19-23 itu diikuti sekitar 7.000-8.000 peserta dari 34 provinsi yang terdiri dari undangan VIP yaitu para gubernur, Ketua DPRD serta para kepala Bappeda dan pemanfaat atau peserta Gelar TTG.
Ia mengatakan untuk kelompok VIP yakni Gubernur, Ketua DPRD dan kepala Bappeda kami hanya menfasilitasi dengan menunjukkan hotel sebagai tempat menginap sementara bagi para peserta akan diarahkan pada hotel yang tidak nonbintang, home stay dan rumah-rumah warga.
Upaya ini, menurut dia, sebagai komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat agar mereka juga merasakan manfaat dari penyelenggaraan TTG. Seluruh biaya baik tamu VIP maupun para peserta kata Jauhar Efendi tidak ditanggung oleh panitia.
"Kami hanya menyiapkan tempat dan tidak menanggung biaya, termasuk para peserta yang menyewa stand yang telah disiapkan," ujar Jauhar Efendi.
Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan Tri Sukses penyelenggaraan yakni, sukses penyelenggaraan, sukses pemberdayaan ekonomi saat TTG berlangsung, dan sukses pemasyarakatan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna untuk diterapkan di semua lingkungan kerja.
Melalui penyelenggaraan TTG itu juga diharapkan masyarakat di Kaltim khususnya di Samarinda dapat mengambil manfaat melalui alih teknologi dari terapan teknologi yang telah dilakukan peserta dari provinsi lain. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014
"Pemberdayaan masyarakat juga harus dilakukan sebab pelaksanaan TTG XVI 2014 yang digelar di Samarinda ini bukan hanya milik Pemerintah Provinsi Kaltim tetapi milik seluruh masyarakat," katanya di Samarinda, Selasa.
Salah satu wujud pemberdayaan masyarakat pada pelaksanaan TTG XVI itu, kata Jauhar Efendi, adalah pemanfaatan rumah-rumah warga, hotel kelas menengah kebawah serta "home stay" sebagai tempat tinggal para peserta.
Gelar TTG XVI 2014 di Samarinda yang akan berlangsung mulai 19-23 itu diikuti sekitar 7.000-8.000 peserta dari 34 provinsi yang terdiri dari undangan VIP yaitu para gubernur, Ketua DPRD serta para kepala Bappeda dan pemanfaat atau peserta Gelar TTG.
Ia mengatakan untuk kelompok VIP yakni Gubernur, Ketua DPRD dan kepala Bappeda kami hanya menfasilitasi dengan menunjukkan hotel sebagai tempat menginap sementara bagi para peserta akan diarahkan pada hotel yang tidak nonbintang, home stay dan rumah-rumah warga.
Upaya ini, menurut dia, sebagai komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat agar mereka juga merasakan manfaat dari penyelenggaraan TTG. Seluruh biaya baik tamu VIP maupun para peserta kata Jauhar Efendi tidak ditanggung oleh panitia.
"Kami hanya menyiapkan tempat dan tidak menanggung biaya, termasuk para peserta yang menyewa stand yang telah disiapkan," ujar Jauhar Efendi.
Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan Tri Sukses penyelenggaraan yakni, sukses penyelenggaraan, sukses pemberdayaan ekonomi saat TTG berlangsung, dan sukses pemasyarakatan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna untuk diterapkan di semua lingkungan kerja.
Melalui penyelenggaraan TTG itu juga diharapkan masyarakat di Kaltim khususnya di Samarinda dapat mengambil manfaat melalui alih teknologi dari terapan teknologi yang telah dilakukan peserta dari provinsi lain. (*)
Editor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014