Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan pembangunan Rumah Sakit (RS) Balikpapan Barat dipastikan terus berlanjut meskipun gugatan dari ahli waris atas sengketa kepemilikan lahan lokasi pembangunan rumah sakit masih tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).

"Sambil menunggu putusan inkrah, kami dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan proses lelang,” katanya di Balikpapan, Rabu (28/2)

Ia menyebutkan RS Balikpapan Barat rencananya dibangun di atas lahan yang berbatasan dengan laut seluas 5000 meter di kawasan Kecamatan Balikpapan Barat yang diklaim milik Pemkot Balikpapan.

Bersamaan dengan itu, di lahan tersebut ada beberapa bangunan permanen serta bangunan kosong yang diklaim milik ahli waris dalam hal ini warga, sehingga proses berlanjut ke meja hijau dan hingga saat ini.

Kendati demikian, Sekda mengatakan lelang tetap dilakukan di tengah proses gugatan agar proses pembangunan bisa berjalan cepat. Di samping itu, dia berharap dengan dilakukannya proses lelang pembangunan RS Balikpapan Barat ini, putusan inkrah dari MK juga segera keluar.

“Sehingga ketika putusan sudah keluar maka pembangunan bisa langsung dilakukan, dari pada menunggu hasil inkrah nanti kelamaan, dan tidak terealisasi lagi,” ungkapnya.

Muhaimin menjelaskan, untuk pembangunan rumah sakit Balikpapan Barat ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan nilai hingga Rp125 miliar.

Menurutnya pembangunan rumah sakit dilakukan dengan skema tahun tunggal, bukan tahun jamak, dengan waktu pengerjaan kurang lebih delapan bulan ke depan.

Sedangkan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatannya, akan dilakukan rekrutmen, sebab bila rumah sakit sudah berdiri tentu harus ada tenaga kesehatan.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan, rencana pembangunan RS Balikpapan Barat  merupakan program pemerataan penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat di tiap kecamatan.

“Rencananya Rumah Sakit Balikpapan Barat akan berstandar tipe C dengan kapasitas sekitar 100 lebih tempat tidur,” ujarnya. 
 
Dia mengemukakan pembangunan RS Balikpapan Barat merupakan program prioritas yang diajukan Dinas Kesehatan.

“Hal ini bersamaan dengan rencana pemberian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan gratis kepada masyarakat,” ujar Andi Sri Juliarty (Adv). 
 

Pewarta: Muhammad Solih Januar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024