Pencairan anggaran transportasi Bimbingan Teknis (Bimtek) para anggota (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Balikpapan sempat tertunda.

“Tertundanya pembayaran ini karena di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiap-tiap kabupaten/kota berbeda besarannya,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, Noor Thoha di Balikpapan, Sabtu (17/2).

Keterlambatan itu bahkan hingga pelaksanaan pencoblosan telah usai dilakukan, padahal Bimtek itu dilaksanakan pada akhir Januari lalu.

“Yang jelas dari KPU sudah mendistribusikan dan memang kemarin, ada terkendala terkait masalah revisi anggaran,” jelasnya.

Thoha menyebutkan, untuk di Balikpapan itu besaran uang transportasi Bimtek yang diterima KPPS adalah sebesar Rp 150.000, jumlah itu menurutnya berbeda bila dibandingkan dengan Kabupaten Mahulu dan Berau.

Selain itu, dana transportasi Bimtek KPPS tersebut juga sempat ditarik oleh KPU RI untuk dilakukan perbaikan akibat revisi anggaran. 

“Tapi uangnya itu ada, jadi semua anggota KPPS jangan khawatir, kami tidak akan korupsi sedikitpun, kecuali ada pajak,” ujarnya.

Terkendala-nya anggaran Bimtek itu diketahui setelah salah seorang Ketua KPPS Kelurahan Telaga Sari Maulana belum menerima kejelasan terkait pencairan uang transportasi Bimtek tersebut.

“Saya ikut Bimtek pada 29 Januari 2024 di Hotel Grand Senyiur, informasi awalnya setelah Bimtek cair tapi sampai sekarang tak ada kejelasan,” kata Maulana.

Namun kekecewaan Maulana terbayar-kan setelah malam tadi anggaran KPPS mulai dicairkan melalui kantor Kelurahan setempat meskipun sempat tertunda.
 

Pewarta: Muhammad Solih Januar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024