Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Paser melakukan pengerukan  sejumlah drainase di Kota Tanah Grogot sebagai upaya untuk mencegah terjadinya banjir pada  musim penghujan.

“Pengerukan pada drainase yang sedimentasinya  melebih kapasitas yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Kota Tanah Grogot beberapa hari lalu, “  Kata Kabid Cipta Karya pada DPUTR Paser, Muhamad Syaukani, di Tanah Grogot, Rabu (6/12).

Untuk pengerukan drainase ini , kata Syaukani, melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat  melalui Forum Rukun Tetangga (RT).

Syaukani mencatat dua kali Kota Tanah Grogot tergenang air yang terjadi dalam sepekan terakhir terutama di jalan-jalan utama.

Menurut dia, sedimentasi telah mencapai 80 persen kapasitas drainase sehingga tidak bisa menampung air hujan.

Syaukani menuturkan, pembersihan drainase merupakan rencana jangka pendek dalam penanganan banjir di Kota Tanah Grogot.

“Ini penanganan pertama untuk jangka pendek. Ke depan ada rencana jangka menengah dan jangka panjang. Tujuannya agar air bisa mengalir langsung ke sungai dengan cepat, " tutur Syaukani.

Sementara, untuk rencana penanganan banjir jangka menengah, kata Syaukani, adalah dengan memperbaiki kembali aliran air yang tidak terhubung ke sungai.

“Langkah menengah dengan membenahi box culvert antar drainse, dan untuk jangka panjangnya melalui master plan,” kata Syaukani.

Terkait master plan, lanjut Syaukani, akan dilakukan evaluasi pembangunan drainase di Kota Tanah Grogot dengan memerhatikan pola aliran air dan aktivitas pembuangan sungai.

 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023