Jakarta (ANTARA Kaltim)- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi kabar menggembirakan bagi para petani singkong di Kaltim. Gubernur mengungkapkan, hasil pertanian singkong petani ternyata mampu diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi serta ramah lingkungan.

Sebab itulah, Gubernur Awang Faroek membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pemilik modal untuk berinvestasi dalam industri pengolahan singkong, termasuk untuk pengembangan industri plastik ramah lingkungan. Apalagi, stok singkong Kaltim diprediksi akan terus meningkat seiring Gerakan Menanam Singkong yang telah dicanangkan oleh Gubernur Awang Faroek Ishak sejak tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Awang Faroek Ishak usai mengunjungi PT. Tirta Marta, salah satu perusahaan pengolah plastik berbahan dasar singkong yang beroperasi di Tangerang, Banten. Gubernur sangat tertarik dengan industri ramah lingkungan tersebut dan berharap PT. Tirta Marta, bisa segera melakukan kajian lebih teknis untuk kemungkinan membangun industri plastik berbahan dasar singkong.

 â€œSaya harap PT. Tirta Marta bisa segera membangun industri pengolahan plastik berbahan singkong ini di Kaltim. Menurut saya ini sangat potensial untuk dikembangkan di Kaltim. Saya sangat mendukung karena industri ini sangat ramah lingkungan,” kata Awang Faroek dalam kunjungan ke PT Tirta Marta, Senin (11/3).

Dia menjelaskan, saat ini produk-produk hasil  pertanian singkong petani, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lokal Kaltim, sebagian besar juga dikirim ke Negara lain salah satunya China. Sayang, produk yang dikirim tersebut masih berupa produk mentah dan tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kehadiran industri pengolahan singkong di Kaltim, termasuk industri pengolahan  plastik ramah lingkungan sudah bisa dipastikan bakal memberikan dampak yang  sangat positif bagi bisnis pertanian singkong di Bumi Etam. Dampak berikutnya adalah kesejahteraan petani dan penciptaan lapangan kerja baru sebagai akibat dari pengembangan industri ramah lingkungan tersebut.

“Kami akan siapkan karpet merah dan proses perijinan yang cepat. Industri ini saya kira juga bisa dibangun di kawasan ekonomi khusus, Maloy di Kutai Timur. Lahannya bisa kami siapkan,” undang Gubernur Awang Faroek ditujukan kepada pimpinan PT. Tirta Marta.

 Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim Diddy Rusdiansyah yang mendampingi Gubernur Awang Faroek pun menegaskan, proses perijinan bisa diselesaikan dalam waktu satu hari. “Kalau  semua persyaratan sudah lengkap, maka perijinan bisa kami selesaikan dalam waktu hanya satu hari,” sahut Diddy Rusdiansyah.

Menanggapi tawaran gubernur tersebut, Direktur Utama PT Tirta Marta,  Sugiyanto Tandio mengaku sangat tertarik untuk melakukan perluasan usaha di Kaltim. Namun demikian, tentu saja, pihaknya masih harus melakukan kajian mendalam dan tehnis sebelum nantinya benar-benar mewujudkan investasi mereka ke Kaltim.

“Saya memang sudah membayangkan dan berharap, produk-produk tas plastik dan plastik berbagai kemasan produk tertentu bisa kami lakukan di Kaltim. Namun tentu, semua aspek harus terlebih dulu kami pelajari secara matang,” kata Sugiyanto Tandio yang mengaku akan segera ke Kaltim untuk melihat lebih dekat kemungkinan pengembangan usaha tersebut.

Saat ini, perusahaan pengolah plastik ini mempekerjakan lebih dari 300 karyawan. Berbagai produk ternama, kemasan plastiknya dibuat oleh perusahaan ini. Perusahaan ini pun sukses meraih berbagai penghargaan dari lembaga-lembaga nasional maupun internasional karena aktifitas perusahaan yang mengedepankan produk-produk ramah lingkungan.

Dua model produk yang dikembangkan di perusahaan ini adalah Oxium dan Ecoplas. Oxium adalah tas maupun plastik kemasan yang berbahan plastik, namun menggunakan teknologi dan aplikasi yang ciamik, bahan plastik tersebut bisa dihancurkan dalam waktu sekitar dua tahun. Ini berbeda dengan plastik pada umumnya, yang mampu bertahan lebih lama sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan seperti banjir dan tanah longsor.

Sedangkan Ecoplas adalah model pengembangan produk tas maupun plastik kemasan berbahan singkong dengan kekuatan yang sama, serta ramah lingkungan. “Industri ramah lingkungan ini sangat mungkin dikembangkan di Kaltim,” pungkas Sugiyanto.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim, Halda Arsyad yang menjadi penggagas kegiatan ini menyebutkan, bahwa potensi besar yang tersaji di Kaltim memang sudah selayaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan membangun industri-industri yang ramah lingkungan dan mengedepankan pemanfaatan sumber daya terbarukan.

“Tentu kita berharap, investasi ramah lingkungan seperti yang dilakukan PT Tirta Marta ini juga dikembangkan di Kaltim. Selain memberikan dampak secara ekonomi yang jelas bagi masyarakat dan daerah, industri seperti ini juga sekaligus mengajarkan kepada kita untuk bersama-sama mengayangi lingkungan. Ini sangat positif,” kata Halda.

Sejumlah pejabat juga menyertai kunjungan gubernur, diantaranya Kepala Badan Lingkungan Hidup Kaltim Riza Indra Riadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim. Sejumlah pejabat dari kabupaten dan kota juga menyertai kunjungan gubernur kali ini. (Humas Prov Kaltim/sul) 

Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014