Penanganan stunting baik berupa penyuluhan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian ASI eksklusif, bantuan makanan bergizi, memantau tumbuh kembang anak dan lainnya, menjadi salah satu indikator penilaian dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023.

"Salah satu indikator yang kami nilai dalam Lomba Posyandu tahun ini adalah soal stunting, mulai dari pencegahan hingga penanganan," ujar Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Roslindawaty di Samarinda, Sabtu.

Hal ini menjadi penekanan karena prevalensi stunting di Kaltim cukup tinggi, yakni berdasarkan hasil survei status gizi 2022, angka stunting Kaltim naik menjadi 23,9 persen, meningkat 1,1 persen ketimbang prevalensi 2021 yang sebesar 22,8 persen.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim pada 2024 memiliki target mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen atau paling tidak turun menjadi 14 persen, untuk mewujudkan target nasional sebesar 14 persen, sehingga DPMPD Kaltim memberikan dukungan dari berbagai pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui Lomba Posyandu.

"Lomba Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Provinsi Kaltim yang digelar tahun ini, salah satu harapannya adalah untuk memotivasi kader dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan dan penanganan stunting," katanya.

Sedangkan sejumlah indikator yang dinilai baik secara administrasi maupun penilaian lapangan meliputi keberadaan gedung, kelembagaan, pelayanan posyandu terhadap kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi, gizi, pencegahan dan penanggulangan diare, penanganan stunting, dan lainnya.

Ia menyatakan, penilaian dan verifikasi dokumen administrasi telah dilakukan sejak awal Agustus dan selesai awal September, sehingga dari verifikasi ini terdapat tiga posyandu terbaik tingkat kota dan tiga posyandu terbaik tingkat kabupaten.

Untuk tiga posyandu terbaik tingkat kota adalah Posyandu Lily di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Posyandu Mekar Sari di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Bontang, dan Posyandu Nusa Indah di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan.

Sedangkan tiga terbaik kategori kabupaten adalah Posyandu Delima di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Berau, Posyandu Melati Putih di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Paser, dan Posyandu Resawana di Kampung Benung, Kecamatan Damal, Kutai Barat.

"Dari masing-masing kategori terbaik itulah kemudian dilakukan verifikasi lapangan yang dimulai kemarin (Jumat) di Posyandu Lily Samarinda, dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan di posyandu lain. Tim penilai dari tiga unsur yakni DPMPD, Dinas Kesehatan, dan PKK Kaltim," kata Roslinda.

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023