Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kondisi perekonomian masyarakat atau konsumen di Provinsi Kaltim pada triwulan I (Januari-Maret) 2014 diperkirakan lebih baik ketimbang triwulan IV 2013 karena berdasarkan indeks tendensi konsumen (ITK), nilai indeksnya mencapai 109,09.

"Optimisme terhadap perekonomian triwulan I 2014 disebabkan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga dan beralihnya rencana konsumen membeli barang-barang yang tahan lama," ujar Kepala BPS Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Jumat.

Meskipun ekonomi konsumen akan lebih baik, tetapi tingkat optimisme konsumen diperkirakan menurun 3,20 poin dibanding triwulan IV 2013, sedangkan pendapatan konsumen diperkirakan lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

Optimism tersebut ditandai dengan besaran indeks yang di atas 100 poin, apalagi konsumen juga berencana membeli barang yang tahan lama untuk rumah tangga mereka, seperti barang-barang elektronik, perhiasan, perangkat komunikasi, meubelair, kendaraan, tanah, rekreasi, dan lainnya.

Pembelian barang tahan lama itu terekam dalam indeks yang dilakukan berdasarkan survei oleh BPS Kaltim sebesar 105,25 poin, sedangkan membaiknya perkiraan pendapatan rumah tangga memiliki indeks 111,24 poin.

Menerutnya, ITK merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei kepada responden.

ITK merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi dan perilaku ekonomi bagi konsumen terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan berikutnya.

Sedangkan para responden survei merupakan subsampel dari survei angkatan kerja nasional khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antartriwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antarwaktu.

Dia juga mengatakan bahwa nilai ITK berkisar antara 0 hingga 200. Apabila nilai ITK lebih kecil dari 100, maka menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun.

Apabila nilai ITK sama dengan 100, maka menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan atau masih sama dengan triwulan berikutnya.

Sedangkan jika nilai ITK di atas 100, maka menujukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang masih berjalan akan meningkat ketimbang triwulan berikutnya.    (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014