Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Paser memastikan obat sirup yang beredar  saat ini di masyarakat, terbebas dari cemaran  Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang bisa memicu gangguan ginjal akut pada anak.

"Obat yang beredar aman dikonsumsi karena sesuai izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Ketua IAI Paser Lukman Nul Hakim, di Tanah Grogot, Jumat  (4 /11).

Menurutnya, untuk memastikan keamanan obat sirop yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, pihaknya selalu  berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

"Apa yang kami lakukan, khususnya para apoteker  adalah mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui bidang farmasi," ujar Lukman.

Salah satu upaya yang dilakukan  seluruh apoteker di Kabupaten Paser adalah soal penjualan sirup dalam rangka pencegahan peningkatan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal.

"Selain dengan Dinkes, kami juga melibatkan aparat kepolisian menjalankan regulasi kefarmasian guna menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat," kata Lukman..

Menurutnya, para apoteker menyampaikan kepada masyarakat obat-obat apa saja yang bisa dikonsumsi sesuai izin edar BPOM.

Adapun upaya pencegahan peningkatan kasus gangguan ginjal akut juga dilakukan apoteker dengan melakukan praktek profesional yang menerapkan standar pelayanan kefarmasian fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing mulai dari rumah sakit, klinik, dan apotek.

Sementara Kepala Dinkes Paser dr. I Dewa Made Sudharsana meminta para apoteker membantu mengawasi peredaran obat di wilayah kerja masing-masing.

"Surat edaran dari Kemenkes RI & BPOM RI terkait petunjuk penggunaan syrup dapat digunakan sebagai dasar pemberian obat, bila perlu dengan resep dokter, disamping Dinas Kesehatan juga telah mengeluarkan surat resmi untuk menyampaikan surat edaran tersebut kepada Apotek," terangnya 

Dikemukakannya, bagi apoteker dan tenaga kesehatan lainnya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan  swasta, diharapkan dapat bersinergi dengan program pemerintah untuk peningkatan mutu, melalui seminar, pelatihan dan sebagainya.

Dewa meminta para apoteker bersikap ramah dengan menerapkan 3S  yaitu Senyum, Salam dan  Sapa) setiap melayani pasien yang datang tanpa membeda-bedakan suku, agama maupun status ekonomi.

 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022