Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung munculnya banyak petani milenial karena Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa adanya petani sehingga DPR akan terus memberi perhatian besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.


"Dari tangan mereka (petani) yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotongroyong menghasilkan solusi-solusi lebih menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta.

Hal itu dikatakan Puan usai menanam padi di area Persawahan Sendangmulyo, Sleman, DIY, Kamis.

Dia juga berbicara mengenai ekonomi pertanian digital yang sudah saatnya dilirik dan dikembangkan karena dapat membantu para petani. Karena itu, Puan memuji adanya aplikasi berbasis website sebagai marketplace kecil produk pertanian yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

"Aplikasi tersebut merupakan wadah bagi petani dan calon pembeli bisa bertemu secara daring. Website itu contoh baik penggunaan teknologi untuk membantu para petani, perlu diperbesar lagi jangkauannya dan diperlengkap fitur-fiturnya. Petani memang perlu melek teknologi," ujarnya.

Dia juga mendorong petani untuk "melek" teknologi agar hasil pertanian lebih produktif sehingga kesejahteraannya meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Puan ikut turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare meskipun kondisi hujan deras.

Selama menanam bibit padi, Puan berdialog dengan petani terkait sejumlah kendala yang dihadapi para petani selama ini, termasuk soal pupuk dan jalur distribusi saat panen.

"Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada di sini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya," kata Puan.

Seorang petani bernama Tusiran menyampaikan berbagai keluhan yang dihadapi para petani di Sendangmulyo, mulai dari harga gabah yang rendah hingga sering telatnya distribusi pupuk subsidi, termasuk harganya yang cukup tinggi.

Dia berharap kehadiran Puan dapat memberikan semangat kepada para petani yang mayoritas sudah berusia tua dan berharap muncul generasi muda yang menjadi petani.

"Kami harap pemerintah supaya memperhatikan petani-petani, patokan harga gabah itu berapa, karena petani juga banyak nggak tau. Kami juga mengharapkan agar jalan tani diperbaiki karena kalau musim hujan jalannya rusak, bawa gabah pakai motor atau mobil sering terpeleset," katanya.

Seorang petani milenial bernama Linggarsari Ayu mengatakan dirinya memilih menjadi petani karena ingin membantu orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Dia juga berharap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawahnya tidak dijual atau ditanami beton dijadikan di rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Puan memberikan bantuan bagi kelompok Pertanian Sendangmulyo seperti 20 traktor tangan (hand tractor), 20 pompa air, 1.000 bibit dan 100 paket sembako bagi para petani setempat.

Dalam kunjungannya, Puan didampingi Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie, Anggota Komisi III DPR RI M Idham Samawi, dan Anggota Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti.

Turut pula mendampingi Puan, Bupati Sleman Kustini, Carik Sendangmulyo Wawan Gunawan, dan Panewu (Camat) Minggir, Rasyid Ratnadi Sosiawan, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021