Sangatta (ANTARA Kaltim) - Jalan yang menghubungkan Desa Mukti Jaya Kecamatan Rantau Pulung dengan Kota Sangatta masih rusak hingga menyebabkan puluhan kendaraan roda dua dan empat terhambat dan mengalami antrean.

"Sekitar 40 lebih kendaraan roda empat masih terjebak dan antrean akibat jalan rusak dan licin," kata Camat Batu Ampar, Darmansyah, Minggu (30/12) sore, saat melewati jalan tersebut.

Menurut Camat Darmansyah, dirinya berangkat dari Batu Ampar usai Sholat Dzuhur, namun saat memasuki jalan utama Rantau Pulung arah Sangatta, banyak kendaraan ruda empat dan roda dua masih antre tidak bisa lewat karena terjebak di jalan rusak.

Kondisi jalan rusak dan licin akibat hujan turun beberapa jam sebelumnya membuat kondisi jalan jalur tersebut sulit dilalui kendaraan, baik dari arah Rantau Pulung ke Sangatta maupun arah sebaliknya. Semua kendaraan sama-sama tertahan menunggu bantuan.

Ia mengatakan, dirinya harus memutar ke Desa Manunggal Jaya Sp5 dan tembus di kilometer 90 Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Sangatta.

"Akibat banyaknya kendaraan terjebak, dari pada menginap di tengah jalan, kami lebih memilih memutar ke arah Bengalon, di kilometer 90 kemudian tembus di kilometer 105, agar bisa sampai di Kota Sangatta," kata Darmansyah.

Secara terpisah Camat Rantau Pulung, Drs Poniso Suryo Trenggono membenarkan kondisi jalan Rantau Pulung masih rusak, terlebih saat musim hujan sangat licin dan membahayakan penumpang jika dipaksakan.

"Memang benar jalan yang menghubungkan Kota Sangatta dengan Rantau Pulung saat ini kondisinya lagi rusak dan licin. Dan itu terjadi karena adanya proyek perbaikan jalan yang saat ini sedang dilakukan pihak perusahaan," kata Camat Poniso Suryo Trenggono.

Saat dikonfirmasi, Camat Poniso, mengatakan terjadinya kerusakan jalan saat ini karena ada proyek pelebaran jalan, penimbunan untuk meninggikan ruas jalan, makanya kalau hujan akan terjadi antrean kendaraan.

"Saya meminta warga yang ingin ke Sangatta agar lewat Bengalon supaya perjalanannya tidak terganggu. Saya sendiri bersama keluarga lewat Bengalon meskipun jauh tapi perjalanan lancar, bisa sampai Sangatta ataupun ingin ke Samarinda," katanya. (*)

Pewarta: Adi Sagaria

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012