Potensi produk tembakau selain rokok cukup besar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, kata pengamat ekonomi pertanian Institut Pertanian Bogor Prima Gandhi.


"Namun, petani tembakau belum banyak yang tahu, seperti apa regulasi dan sebagainya sehingga hal ini harus disosialisasikan," katanya di Temanggung, Rabu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan sarasehan "Menyemai Harapan di Musim Peralihan" yang diselenggarakan oleh DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung.

Menurut dia, sosialisasi produk tembakau selain rokok harus dioptimalkan oleh pemerintah, karena saat ini masih sedikit petani tembakau yang mengetahui soal produk tembakau selain rokok tersebut.

Ia menjelaskan salah satu produk tembakau selain rokok yang memiliki potensi besar adalah nikotin cair.

Gandhi menyampaikan permintaan nikotin cair yang dikonsumsi untuk rokok elektrik seperti Vape saja bisa mencapai ratusan ribu liter per tahun.

"Berdasarkan data, di tahun 2018 ada sebanyak 168,8 ribu liter ekstrak tembakau yang dikonsumsi di Indonesia. Kemudian 2019 jadi 722,6 ribu liter dan tahun 2020 menjadi 947 ribu liter. Artinya setiap tahun ada peningkatan konsumsi ekstrak tembakau," katanya.

Ia menuturkan produk ekstrak tembakau tersebut, selama ini masih impor.

Menurut dia seharusnya hal itu menjadi peluang baru bagi petani tembakau Indonesia, kalau bisa diolah sendiri mengapa harus impor. Apalagi untuk menghasilkan nikotin cair tersebut tidak harus menggunakan tembakau kualitas super.

Ia berharap regulasi yang jelas terkait hal tersebut dan hasil akhir adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Pewarta: Heru Suyitno

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021