Salah seorang pedagang sapi kurban, Gonrong, di Nunukan, Minggu, menegaskan, meskipun semakin banyak permintaan menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetapi masalah harga tidak mengalami kenaikan.
"Tidak ada rencana menaikkan harga (sapi kurban). Harganya biasa-biasa saja seperti sebelumnya," ujarnya.
Gonrong menambahkan, harga sapi kurban di wilayah tersebut dengan usia dua tahun masih sekitar Rp9,5 juta per ekor dan harga Rp14 juta untuk sapi kurban berusia 3,5-4 tahun.
Kurun waktu seminggu terakhir, Gonrong mengatakan sapi miliknya terjual sebanyak 30 ekor dan masih tersisa sebanyak 110 ekor lagi saat ini.
Namun sapi kurban yang masih tersisa tersebut, sebagian lagi akan diambil oleh pembelinya sebanyak 20 ekor, Minggu (21/10) sore, katanya.
Masalah kesehatan, dia mengatakan telah diperiksa oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Nunukan dan dinyatakan seluruhnya sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
"Masalah kesehatannya sudah diperiksa oleh Dinas Peternakan (Dispertanak) dan dinyatakan semuanya sehat dan layak untuk dikurbankan," kata Gonrong.
Ia juga menyatakan, selain masyarakat umum yang membeli, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga memesan sebanyak 20 ekor untuk persiapan hewan kurban.
Dia mengaku kembali meminta dari Sulawesi Selatan yang diperkirakan tiba di Kabupaten Nunukan, Rabu (24/10), dengan menggunakan kapal kayu "Dewa Majene".
Jumlah sapi yang akan tiba tersebut sebanyak 65 ekor yang dipersiapkan bagi permintaan Pemkab Nunukan. (*)
Pewarta: M Rusman: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.