"Derek sekoci penyelamat tidak boleh berkarat. Alat pemadam api harus ada di lokasi-lokasi yang telah ditentukan," kata Direktur Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Yan Risuandi di Balikpapan, Kamis.
Ia berada di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, untuk melihat pelaksanaan uji petik kapal-kapal di pelabuhan itu.
Seperti halnya pada mobil atau sepeda motor, kata dia, uji petik adalah pemeriksaan perlengkapan dan kesiapan kapal untuk berlayar.
Menurut dia, termasuk perlengkapan kapal berupa peralatan keselamatan seperti pelampung penyelamat, jaket keselamatan, alat pemadam api, hingga sekoci penyelamat.
"Jangan sampai ketika diperlukan, sekoci penyelamat tidak bisa diturunkan, karena dereknya macet, atau bubuk alat pemadam api membeku karena tidak pernah diperiksa masa kedaluwarsanya," kata. Risuandi.
Ia mengingatkan risiko yang paling tinggi dalam pelayaran jarak pendek, terutama untuk kapal seperti feri penyeberangan, adalah kebakaran.
Selain kelengkapan kapal dan kesiagaan awaknya, menurut dia juga diperlukan perilaku penumpang yang taat pada aturan keselamatan di kapal itu.
Uji petik kapal di Pelabuhan Semayang merupakan pemeriksaan terakhir dalam rangka persiapan pelayanan arus mudik lebaran. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sudah melakukan uji petik di pelabuhan Banjarmasin, Semarang, Merak, dan Batam.
Pemeriksaan kapal juga dibantu Inspektorat Administrator Pelabuhan (Adpel) Balikpapan. Pemeriksaan dilakukan secara acak.
Di Pelabuhan Semayang tim memeriksa KM Bukit Siguntang milik PT Pelayaran Nusantara Indonesia (Pelni), KM Madani Nusantara milik PT Prima Vista, dan KM Dharma Ferry 3 yang dioperasikan PT Dharma Lautan Utama. Ketiganya adalah kapal penumpang.
Pemeriksaan peralatan keselamatan tersebut, menurut dia juga bisa dilakukan saat ada penumpang di atas kapal. Hal itu bisa dianggap latihan. "Tentu saja harus ada pengumuman sebelumnya bahwa situasi yang terjadi adalah latihan," kata Risuandi.
Kepala PT Dharma Lautan Utama Cabang Balikpapan Jamirin mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari pemeriksaan kapal tersebut.
Peningkatan upaya keselamatan akan terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya korban, terutama korban jiwa bila terjadi keadaan darurat di kapal. "Secara umum di kapal kami semua berfungsi dengan baik, baik alarm maupun sistem lain. Hanya perlu ditingkatkan lagi supaya bisa lebih baik lagi," kata Jamirin. (*)
Pewarta: Novi Abdi: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.