Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Sejumlah Kepala daerah di Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mendukung program Kependudukan dan Kelurga Berencana (KKB), meskipun sebelumnya  awal  otonomi daerah program KKB  sempat  jalan ditempat atau  stagnan.

"Saat ini semua kepala daerah, Gubernur , Bupati dan Wali kota mendukung program KKB, terbukti dengan memberikan dukungan berupa anggaran, tenaga lapangan, pembentukan kelembagaan bahkan berupa pemberian penghargaan," kata Kepala  Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN) Kaltim, Jufri Yasin,  Rabu, usai membuka  acara advokasi dan sosialisasi penyerasian kebijakan sector dengan pembangunan kependudukan.

Ia mengatakan, semenjak otonomi daerah program KB tidak berjalan sebagaimana diharapkan, sebab masing-masing daerah tidak lagi menganggap program KB penting, sehingga  secara kelembagaan tidak berdiri sendiri tetapi di ikutkan pada suatu kelembagaan.

Contohnya  lembaga KB dititipkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  Dinas Catatan Sipil DAN Dinas Kesehatan.

Menurut Jufri Yasin, setelah terbitnya UU. No, 52  tentang kependudukan  dan dilakukan advokasi serta pendekatan  kepada kepala daerah, akhirnya secara berangsur-angsur program KB kembali  mendapat perhatian dari kepala daerah.

Bentuk perhatian kepala daerah di antaranya membentuk kelembagaan KB seperti  Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  Berencana (PPKB) serta Badan Pemberdayaan Perempauan , Pemberdayaan  masyarakat dan Keluarga Berencana .

Selain itu memberikan dukungan anggaran pada lembaga KB, serta dukungan pegawai  untuk tenaga penyuluh, yang sebelumnya hampir habis  karena  diera otonomi banyak tenaga penyuluh dimutasi kelembaga lain.

Dukungan lain adalah pemerintah Provinsi Kaltim  setiap peringatan HUT Provinsi Kaltim memberikan penghargaan berupa panji keberhasilan dibidang keluarga berencana kepada Wali kota dan Bupati yang berhasil mensukseskan program KB di daeranya.

"BKKBN juga memberikan penghargaan  setiap peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) kepada Walikota dan Bupati berupa penghargaan   Lencana Satyalancana Wira Karya,karena dinilai telah  memberikan perhatian terhadap program KB di daerahnya," kata Jufri Yasin.

Diakuinya dalam melakukan advokasi ada sebagian daerah yang belum memahami tentang program KB, namun hal itu sifatnya kasusitis terutama daerah pemekaran yang  masih kurang penduduknya seperti Kabupaten Malinau dan Tana Tidung.

Masyarakat setempat beranggapan mereka masih kekurangan penduduk dan daeranya masih luas maka tidak perlu ber KB, padahal program KB tidak hanya urusan mengatur jarak kelahiran tetapi banyak program yang sifatnya  mengupayakan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya untuk daerah-daerah seperti itu program KB lebih diarahkan kepada ketahanan keluarga dalam artian pembentukan BKB, BKR, BKL Pik Remaja  guna  peningkatan  Sumber Daya Manusia (SDM), sedangkan pelayanan kontrasepsi berjalan seperti biasa pada rumah sakit dan puskesmas yang ada.

Jufri Yasin menegaskan bahwa saat ini sejumlah kepala daerah di Kaltim telah berkomitmen mendukung program KKB, mudahan dengan dukungan tersebut program KB di Kaltim bisa berhasil  sesuai harapan.
(*)



Pewarta: Rahmad
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026