Peresmian itu dilakukan di Kecamatan Balikpapan Selatan, Jalan Marsma R Iswayudi. Perekaman data di Balikpapan akan diikuti sekitar 430 ribu lebih wajib KTP dan akan berlangsung hingga Oktober 2012 atau selama 150 hari.
Pada perekaman data, Wali Kota menjadi warga Balikpapan pertama yang melakukan perekaman data, seperti pengambilan iris mata, sidik jari, foto.
Prosesi ini diikuti pula oleh sejumlah pejabat kota yang hadir seperti mantan Wali Kota Imdaad Hamid. Proses perekaman berjalan lancar.
"Pengambilan data tersebut hanya sekitar tiga menit," kata Wali Kota Rizal Effendi kepada wartawan yang mengerumuninya sebelum meninggalkan tempat acara.
Acara itu juga dihadiri Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong, mantan Wali Kota Balikpapan Kolonel (Purn) Tjutjup Suparna, Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Sonhaji, anggota DPRD Fahruddin, Komandan Pangkalan Udara Sepinggan Letkol Penerbang Riva Yanto, dan sejumlaah tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Chairil Anwar mengatakan perekaman data akan dilakukan serentak di lima kecamatan. Undangan warga telah disebar satu hari sebelum pelaksanaan perekaman data.
"Pelayanan kepada wajib KTP akan berlangsung selama 10 jam setiap harinya dengan asumsi 3-5 menit per orang," jelas Kadisdukcapil Chairil Anwar.
Mengenai alat pengambil data, menurut Chairil Anwar, sudah siap. Jumlahnya saat ini sebanyak 11 unit, di mana tiap kecamatan mendapat jatah 2 unit dan 1 unit lainnya akan dioperasikan di kantor Disdukcapil.
Chairil optimistis penyelenggaraan e-KTP bisa rampung selama 4 setengah bulan atau 150 hari tersebut.
"Alat memang masih kurang karena kemampuan 1 alat ini hanya melayani 200 orang per hari sedangkan wajib KTP berkisar 400 ribu lebih . Tapi Pak Wali juga sudah menyurati daerah lain yang sudah selesai program e-KTPnya untuk pinjam alat-alat input datanya. Mudah-mudahan sementara proses ini jalan alat itu bisa datang," katanya.
Menurut Kadisdukcapil, dibutuhkan sedikitnya 8-10 alat tambahan guna memenuhi targe selesai Oktober tersebut.
Pemkot sendiri sudah mengajukan permohonan melalui Gubernur Kaltim untuk meminjam peralatan di sejumlah daerah seperti Bontang, Kukar, Berau, dan Tarakan.
Sementara, 3 unit alat yang bergerak juga sudah tiba di kantor Disdukcapil sejak kemarin. Alat tersebut akan difungsikan untuk melayani wajib KTP yang menderita sakit/cacat.
"Alat mobile juga sudah ada, tinggal kami menyiapkan beberapa perangkatnya, seperti mobil dan operatornya. Kalau semua sudah siap, tinggal datangi warga satu per satu," terangnya. (*)
Pewarta: Novi AbdiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.