Tanjung Redeb (ANTARA News Kaltim) - Bupati Berau Drs H Makmur HAPK MM mendukung upaya mahasiswa dan Forum Masyarakat Menolak (Foltak) yang memberikan kajian lebih dalam dan alternatif solusi mengenai perubahan tarif PDAM yang dinilai memberatkan masyarakat.

"Kami sedang melakukan kajian lebih dalam tentang perubahan tarif PDAM. Berlandaskan hal tersebut kami akan melakukan tindakan konkret untuk menyikapinya. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati Berau yang memberi dukungan karena ini merupakan langkah awal dari Mahasiswa Berau bersama Foltak," kata Ketua Foltak Sujarwo di Tanjung Redeb, Rabu.

Foltak juga mengharapkan kepada seluruh stakeholder yang ada untuk lebih membuka diri dan bekerja sama untuk memberikan data kepada mahasiswa dan Foltak, selama melakukan kajian tarif PDAM Tirta Segah.

"Kami menyadari peran Bupati Berau sangat penting mengingat wewenang perubahan pada Peraturan Bupati mengenai perubahan tarif PDAM berada pada Bupati.

Kenaikan tarif PDAM yang ada di Berau saat ini memang rasional apabila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain, tetapi pada dasarnya masyarakat Berau yang pernah dimintai tanda tangan tentang penolakan kenaikan tarif PDAM mulai bulan Maret 2012 sampai saat ini yang mencapai seribu lebih tanda tangan tidak ingin kaget dengan kenaikan tarif yang mencapai 470 persen," ungkapnya lagi.

Kualitas pelayanan sampai saat ini masih menjadi sorotan utama masyarakat, karena sampai saat ini tidak ada peningkatan yang signifikan tentang perubahan pelayanan, di antaranya adalah tidak mengalirnya air pada pagi sampai sore hari setiap harinya di area Kelurahan Gayam dan Kelurahan Tanjung.

Di samping itu debit air pada jam-jam tertentu tidak maksimal sehingga masyarakat menggunakan alat penyedot untuk mendapatkan air. Hal tersebut berdampak pada pembengkakan pengeluaran rumah tangga untuk biaya listrik masyarakat.

"Dengan kejadian tersebut di atas, kami harapkan selain Bupati, DPRD Kabupaten Berau juga meninjau kembali kenaikan tarif PDAM," kata Sujarwo yang juga Mahasiswa Universitas Veteran Republik Indonesia di Tanjung Redeb itu.

Untuk itu, katanya, langkah selanjutnya pihaknya akan mengagendakan dengar pendapat bersama anggota DPRD Berau dan PDAM Tirta Segah untuk memperoleh data pendukung guna melengkapi analisis perubahan tarif PDAM yang nantinya akan diserahkan kepada Bupati sesegera mungkin.

Sementara itu, Direktur PDAM Bahriansyah SE menyebutkan, penyesuaian tarif PDAM Berau merupakan satu kebijakan yang diambil untuk meningkatkan kemandirian PDAM, selain itu kebijakan ini sudah diambil bersama dan disahkan oleh DPRD.

Namun demikian apa yang disampaikan masyarakat termasuk mahasiswa adalah sebuah kewajaran. "Memang kami akui masih banyak kekurangan yang masih perlu kami benahi dalam hal pelayanan, dan itu menjadi komitmen kami sejak memimpin perusahaan daerah ini," kata Bahriansyah. (*)


Pewarta: Helda Mildiana
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026