Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadikan ekonomi sirkular sebagai pendorong masuknya investasi, sehingga dalam pembangunan berkelanjutan selalu berwawasan lingkungan dan mengedepankan ekosistem baik di darat maupun untuk ekonomi biru.
Berau sudah lama menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan baik dalam pengelolaan perkebunan, kehutanan, hingga konsep ekonomi biru terutama dalam pembangunan perikanan berkelanjutan hingga pengembangan wisata bahari, kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Jumat.
"Sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tapi dalam pengelolaannya berpotensi sebagai sumber daya ekonomi yang mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.
Bahkan pembangunan berwawasan lingkungan juga telah dipetakan menjadi bagian dari rantai industri masa depan, yakni melalui transformasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan dan migas, sesuai visi pembangunan Berau 2025–2029 yakni "Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera".
Hingga kini pun, menurut dia, Berau terus memperkuat beberapa sektor perekonomian berkelanjutan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
"Ke depan, kita harus mempersiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan. Sampah adalah sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah, mampu menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian dari rantai industri masa depan," katanya.
Ia menyebut bahwa rencana pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) Berau merupakan terobosan yang sejalan dengan tantangan pembangunan saat ini, karena menghadirkan ekosistem industri hijau yang terintegrasi mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Material hasil pengolahan sampah dari konsep ini diharapkan mampu memberikan manfaat berganda, yakni bisa membuka lapangan kerja baru, menguatnya peran bank sampah, bertambahnya pendapatan daerah dalam jangka panjang, hingga masuknya investasi ekonomi sirkular.
Terlebih Berau sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah pelopor pelestarian alam, baik dalam pembangunan infrastruktur, perkebunan, hingga permukiman yang selalu diupayakan tidak merusak ekosistem, ujar dia.
Seperti melindungi hutan adat, cagar alam, dan kawasan tangkapan air, lanjutnya, Berau juga menjadi percontohan nasional dalam restorasi hutan dan pengurangan emisi karbon, mendorong pertanian ramah lingkungan, dan pengelolaan hutan produksi lestari, serta melarang tebang habis.
Dari sisi ekonomi biru, ia mengatakan Berau mengatur kuota tangkapan, melarang alat tangkap merusak alam, budidaya ikan dan rumput laut tanpa mencemari perairan, pengelolaan wisata bahari seperti Kepulauan Derawan, Maratua, dan Sangalaki dikelola dengan batas kunjungan, pelestarian penyu, dan perlindungan terumbu karang.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.