Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Empat orang tewas dalam musibah tanah longsor di Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis sekitar pukul 10.30 Wita, menyusul hujan deras yang mengguyur kota itu sejak pukul 03.00 Wita.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Balikpapan, Sudirman, mengatakan, korban Ny Anjar (30), ditemukan tewas bersama dua anaknya, Zaki (6) dan Bela (4), di rumah mereka yang tertimbun lumpur, pasir, dan pohon-pohon tumbang, yaitu rumah Nomor 57 RT 22 Kelurahan Mekarsari, Kota Balikpapan.

Sedangkan seorang korban tewas lainnya yakni keponakan Ny Anjar, Fikrian (8). Jenazah Fikrian ditemukan terpisah dari ketiga korban tewas lainnya sekitar pukul 12.00 Wita.

Ny Anjar dan anak-anaknya ditemukan sedang berpelukan, pada pukul 13.00 Wita. Jenazah mereka langsung dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Jalan MT Haryono, Balikpapan.

Menurut Kabag Humas Pemkot Balikpapan Sudirman, selain itu masih ada lagi 3 orang lainnya yang menderita luka-luka.

Tiga korban luka diketahui adalah pasangan suami istri dan seorang anak mereka yang masih berusia satu tahun enam bulan. Sang istri adalah adik kandung dari Ny Anjar.

Menurut Sukma Palopo (45), saksi mata yang juga tetangga sebelah rumah korban, tanah longsor yang menimpa rumah korban terjadi tiga kali.

"Pada longsor pertama itu, adik kandung Bu Anjar bersama isterinya teriak-teriak minta tolong `longsor-longsor`. Saya sempat bantu keluarkan Bu Anjar yang kebetulan tiga orang ini ada di sekitar teras rumah," jelas Palopo di lokasi kejadian.

Palopo mengatakan, saat itu dirinya melarang Bu Anjar untuk masuk lagi ke dalam rumah karena kemungkinan terjadi longsoran lagi. Tapi ia mau masuk untuk menyelamatkan anak-anaknya walau kondisi rumah sudah sebagian tertimbun.

Menurut Palopo, selang satu menit saja datang hantaman longsor kedua dan ketiga.

"Setelah itu rumah langsung rata ditutupi tanah dan lumpur," terang Palopo yang dibenarkan tetangga-tetangga lainnya. Beberapa wanita terlihat menangis berduka.

Kejadian longsor diperkirakan terjadi pada pukul 10.30 Wita saat hujan mulai reda.

"Korban meninggal itu ada di dalam rumah kemungkinan dekat dapur. Kalau adik kandung sempat nyapu di luar dekat teras depan. Makanya bisa menyelamatkan diri sama bayinya," tambah Sukma.

Warga tidak dapat berbuat banyak untuk menolong selain melakukan secepat-cepatnya melakukan penggalian tanah yang meratakan rumah korban. Batang-batang kayu besar dari pohon di hutan di atasnya yang terbawa longsor terlihat di lokasi.

Dari rumah korban terlihat sisa tembok berwarna hijau saja.

Korban pertama yang berhasil dievakuasi warga adalah Fikrian sekitar pukul 11.00 kemudian disusul dua jam sesudahnya ketiga korban yang yang tewas dalam kondisi berpelukan.

Korban selamat sempat ditampung di rumah warga di RT 18 sekitar 100 meter dari lokasi namun sekitar pukul 14.00 dibawa ke RSKD untuk diberikan pengobatan luka di tangan dan di kepala. (*)



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026