Lurah Temindung Permai, Kecamatan Samarinda Utara, Suharso, menyatakan, kebakaran yang menghanguskan enam bangunan tersebut terdiri dari tiga rumah tinggal, sebuah stasiun radio yang juga terdapat warnet dan konter telepon genggam, warung makan serta travel.
"Kebakaran berlangsung pada Jumat pagi dan api baru bisa dipadamkan sekitar tiga jam kemudian. Kebakaran ini menghanguskan enam rumah, tiga di antaranya ruko dan salah satunya merupakan stasiun radio yang cukup ternama di Samarinda," ungkap Suharso.
Sebanyak 13 Kepala Keluarga atau 34 jiwa lanjut Suharso kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, lanjut Suharso, kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik dari salah satu bangunan yang terbakar.
"Tidak ada peralatan stasiun radio itu yang berhasil diselamatkan termasuk pemancarnya ikut terbakar. Menurut beberapa warga, api terlihat mulai membumbung dari bangunan yang diduga sebagai mes karyawan sebuah showroom penjualan mobil yang ada di belakang stasiun radio itu. Dugaan sementara, kebakaran tersebut akibat hubungan pendek arus listrik," katanya.
Untuk sementara, ujarnya, korban kebakaran ditampung di rumah keluarga mereka atau warga setempat.
Namun, lanjut dia, jika ada korban yang tidak memilki tempat berteduh makan akan segera dibangun posko untuk menampung mereka.
Sementara itu, beberapa warga yang ditemui di lokasi kebakaran yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah jabatan Wali Kota Samarinda menyatakan, api dengan cepat membumbung karena rumah warga terbuat dari kayu yang mudah terbakar.
"Bangunan stasiun radio yang juga dijadikan sebagai konter telepon genggam dan warnet itu terbuat dari kayu sehingga api terlihat dengan cepat membumbung dan merambah ke rumah warga yang ada di belakangnya. Untungnya, api tidak sampai membakar showroom mobil itu sebab mobil pemadam kebakaran langsung memblokade kobaran api," kata seorang warga.
Hingga Jumat sore, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dengan memasang `police line` di lokasi kebakaran. (*)
Pewarta: Amirullah: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.