Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyatakan, tidak ada "transaksi" atau setoran untuk mendapatkan posisi sebagai kepala sekolah (kepsek).

"Isu terkait adanya setoran untuk menjadi kepala sekolah tidak benar. Saya masih mempelajari isu tersebut dan telah meminta kepada intansi terkait untuk meneliti keberanan isu tersebut," ungkap Syaharie Jaang, kepada wartawan, Kamis.

Pemerintah Kota Samarinda, kata Syaharie Jaang, juga belum melakukan evaluasi jabatan seluruh kepala sekolah baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

"Saya pastikan tidak ada mutasi kepala sekolah di Samarinda hingga beberapa bulan ke depan. Penegasan ini saya sampaikan terkait menepis isu terkait promosi dan mutasi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan yang diduga telah disalahgunakan oknum untuk mengeruk keuntungan," katanya.

"Jadi, saya menghimbau masyarakat khususnya pihak sekolah agar menyikapi isu mutasi tersebut dengan sewajarnya, tidak perlu mengebu-gebu untuk melakukan segala cara untuk bisa memuluskan tujuan yang dimaksud hingga akhirnya bisa berujung pada kerugian," ungkap Syaharie Jaang.

Proses evaluasi dan penepatan seluruh kepala sekolah lanjut dia, dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Tentunya kata Syaharie Jaang, calon kepala sekolah akan diuji terkait kalayakan dan kepatutan oleh tim independen.

"Proses itu juga berlaku untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan kota Samarinda. Pada umumnya proses penjaringan untuk menjadi kepsek juga diambil dengan mempertimbangkan profesionalitas dan prestasi sehingga ada parameter bagi setiap calon yang berhak untuk meduduki jabatan sebagai kepala sekolah. Jadi, ukurannya bukan suka atau tidak suka tetapi melalui proses penjaringan," kata Syaharie Jaang.  (*)



Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026