"Saya yakin target populasi 98.000 ekor sapi dan kerbau dapat terpenuhi karena berdasarkan sensus 2011 saja, Kaltim sudah ada 91.000 ekor sapi dan kerbau," ujar Kepala Dinas Peternakan Kaltim, H Ibrahim di Samarinda, Jumat.
Dengan keberadaan populasi yang sudah mencapai 91.000 ekor itu, maka tinggal menambah 7.000 ekor dalam waktu dua tahun dan angka itu dinilai tidak terlalu berat karena penambahannya akan dilakukan oleh pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota.
Menurutnya, program nasional Pencapaian Swasembada Daging Sapi/Kerbau(PSDS/K) pada 2014 merupakan hal yang harus didukung.
Pasalnya hal itu juga berkaitan dengan upaya mensejahterakan rakyat, terutama bagi petani dan peternak sehingga pihaknya berani mencapai kontrak kinerja pemenuhan populasi sapi dan kerbau.
Kontrak kinerja PSDS/K merupakan tindak lanjut penandatanganan yang dilakukan Disnak Kaltim dan semua Disnak provinsi lainnya se-Indonesia beberapa waktu lalu.
Kontrak kinerja itu sebagai upaya memantapkan komitmen PSDS/K pada 2014. Saat itu penandatanganan kontrak dilakukan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Jakarta.
Di sisi lain, lanjutnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga sudah menginstruksikan bahwa pada 2012, setiap SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim harus melakukan peningkatan kinerja dan prestasi masing-masing.
Terkait dengan itu, maka kontrak kinerja yang dilakukannya itu merupakan suatu keharusan untuk mewujudkan tahun peningkatan kinerja dan prestasi di dinas yang dipimpinnya.
"Saya yakin populasinya dapat terpenuhi karena data sensus sapi dan kerbau tahun lalu sudah mencapai 91 ribu ekor, belum ditambah dengan pengadaan yang dilakukan setiap tahun," katanya.
Pengadaan hewan ternak itu antara lain bantuan untuk peningkatan populasi dari pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim sebanyak 1.000 ekor pada 2011.
Kemudian adanya rencana bantuan pada 2012 yang banyaknya juga 1.000 ekor dengan rincian, bantuan dari pemerintah pusat 200 ekor, kemudian sebanyak 800 ekor merupakan bantuan dari Pemprov Kaltim untuk 14 kabupatena dan kota yang tersebar di provinsi itu. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.