Kepala Urusan Eksternal, Divisi Proyek PT Minerals Energy Commodities (MEC), Tjetjep Prasetya di Sangata, Minggu, mengemukakan pihaknya berharap peletakan batu pertama pembangunan rel kereta api pada kuartal kedua atau bulan Juni 2012 dapat dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur.
"Pembangunan rel kereta api akan berlangsung selama 36 bulan atau bisa dipercepat sekitar 24 bulan. Jika rencana ini berjalan lancar, uji coba penggunaan jaringan KA tersebut diharapkan sudah bisa dilakukan pada akhir 2014 sehingga pada 2015 sudah bisa beroperasi penuh," kata Tjetjep Prasetya menambahkan.
Rencana pembangunan jaringan rel kereta api ini juga dipresentasikan PT MEC saat Gubenur Kalimantan Timur DR.H.Awang Faroek Ishak melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau sejumlah proyek di Kutai Timur, yang didanai APBD Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu.
Di depan rombongan Gubernur Kaltim dan Wakil Bupati Kutai Timur H.Ardiansyah Sulaiman dan para pejabat SKPD dan unsur Muspida, Tjetjep mengatakan, saat ini proses perizinan menyangkut Kehutanan segera selesai dan proses pembebasan lahan sudah rampung.
Proyek dengan total dana investasi sebesar 5 miliar dolar AS, berasal dari Perusahan patungan Trimex Group dan Ras Al Khaimah dari Uni Emirat Arab yang akan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain membangun rel kereta api khusus batu bara sejauh 130 kilometer, pelabuhan khusus dengan jetty 3,9 kilometer.
Proyek ini juga mencakup pembangunan power plant kapasitas 1.400 megawatt dengan sumber energi batu bara serta pembangunan smelter alumina dengan kapasitas 0,5 juta ton per tahun serta tambang batu bara dengan target produksi 34 juta ton per tahun.
Gubernur Awang Faroek mengatakan, proyek yang sangat besar ini akan mendukung program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
Gubernur berharap "ground breaking" (peletakan batu pertama) akan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Boediono atau Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada Juni 2012.
"Jika proyek besar ini nanti berjalan, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekenomi yang demikian pesatnya dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sebab akan ada pengembangan kota baru, bahkan kota industri baru, " kata Awang Faroek.
Pada kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemkab Kutai timur dan dukungan para camat, para kepala desa serta khusus tokoh adat dan seluruh masyarakat dengan kebersamaan ini.
"Biasanya pembebasaan lahan merupakan sesuatu yang sangat sulit, namun di Kutai Timur dapat diselesaikan dengan lancar, damai, aman, " katanya. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.