Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kalimantan Timur (Kaltim) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2012 meningkat menjadi Rp400 miliar dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp271,7 miliar.

"Peningkatan dana BOS dari pusat ke Kaltim terjadi karena selain jumlah siswa bertambah banyak, juga karena adanya peningkatan nilai untuk 2012," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, H Musyahrim di Samarinda, Jumat.

Dia mencontohkan, BOS tingkat SD sebelumnya sekitar Rp400 ribu per siswa, maka pada 2012 naik menjadi Rp500 ribu per siswa, begitu juga BOS tingkat SMP pada 2011 sebesar Rp570 ribu per siswa, maka 2012 naik menjadi Rp700 ribu per siswa.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, bahwa penyaluran dana BOS dari Kementerian diserahkan ke sekolah melalui rekening Dinas Pendidikan Kaltim.

Selanjutnya dana tersebut sesuai instruksi Gubernur Kaltim dan Sekretaris Provinsi selaku Ketua Panitia BOS, paling lambat 15 Januari 2012 harus masuk ke semua rekening sekolah penerima dana BOS di masing-masing kabupaten dan kota.

Perubahan penyaluran dana BOS ini dilakukan pemerintah setelah melihat hasil evaluasi tahun lalu, pada 2011 seringkali terjadi keterlambatan, karena dari pusat masuk ke rekening provinsi, kemudian ke rekening kabupataen dan kota, baru masuk rekening sekolah.

Sementara itu, untuk dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bagi siswa SMA/MA dan SMK, merupakan kewenangan pemerintah daerah, yakni kolaborasi antara Pemprov Kaltim dengan pemerintah kabupaten dan kota, masing-masing, sebesar Rp1 juta.

Sehingga total untuk masing-masing siswa SMA/MA mendapatkan Bosda sebesar Rp2 juta, dan untuk SMK sebesar Rp2,5 juta per siswa.

"Untuk pengawasan penyaluran maupun penggunaan dana BOS dan Bosda, telah dibentuk manajemen BOS tingkat kabupaten dan kota.

Di dalamnya terdapat Komite Sekolah dan wartawan atau media masa, sehingga melalui pola ini, masyarakat ikut mengawasi dana tersebut.

Dia berharap penyaluran dana BOS dan Bosda dapat tepat waktu, sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan dalam penyaluran dan penggunaannya.

"Jika penyalurannya tepat waktu, maka akan membantu percepatan proses belajar mengajar," ujarnya.  (*)



Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026