Tanpa tindak kekerasan dalam rumah tangga, beriringan dengan pemberdayaan keluarga dalam peningkatan pendapatan menuju sebuah keluarga sejahtera,
Samarinda (ANTARA) - Jumlah Keluarga sejahtera di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan, dari 745.626 keluarga yang ada di Kaltim, 90 persen diantaranya dikategorikan sebagai keluarga sejahtera.
Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Kaltim Halda Arsyad kepada awak media di Samarinda, Jumat (10/5), membeberkan bahwa data dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim, jumlah keluarga di Kaltim terdapat 745.626 keluarga.
Dalam jumlah tersebut terdapat keluarga pra Sejahtera 61.791 (08,29 persen) dan Sejahtera I sekitar 361.416 (48,47 persen) serta Sejahtera II mencapai 322.419 (43,24 persen).
"Dari total tersebut secara keseluruhan terdapat keluarga sejahtera mencapai 90,71 persen," kata Halda Arsyad.
Menurut dia, dalam bidang ekonomi, keluarga menjadi salah satu penyumbang tenaga kerja produktif yang masuk ke dalam pasar kerja nasional.
Oleh karena itu, beberapa kebijakan nasional menjadikan keluarga sebagai sasaran pencapaian program yang melibatkan unsur keluarga. Salah satu unsur keluarga yang berkontribusi dalam bidang ekonomi adalah perempuan.
Ia menjelaskan, perempuan memiliki kemandirian dan kemampuan bersama suami untuk membangun sebuah keluarga yang berketahanan, berbasis pada keadilan dan kesetaraan gender.
"Tanpa tindak kekerasan dalam rumah tangga, beriringan dengan pemberdayaan keluarga dalam peningkatan pendapatan menuju sebuah keluarga sejahtera," ujarnya.
Selain itu, keluarga dalam meningkatkan taraf hidup bisa membangun kreatifitas dengan memanfaatkan sumber pangan alternatif yang banyak tersedia di lingkungan sekitar.
"Anggota keluarga menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan hayati dan hewani untuk ditanami dengan berbagai macam sayuran, tanaman obat keluarga, beternak atau memelihara ikan,” ungkapnya.
Pewarta: ArumantoEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.