Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Pengprov PSSI Kalimantan Timur mengajukan banding atas putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang telah mendiskualifikasi tim sepak bola PON Kaltim sebagai juara Pra PON wilayah Kalimantan dan berhak mewaliki di PON 2012 Riau.

Sekretaris pengprov PSSI Budi Irawan di Samarinda, Minggu mengatakan pihaknya telah mengumpulkan berbagai bukti, untuk meluruskan gugatan pengprov PSSI Kalsel yang telah mengklaim bahwa tim PON Kaltim melakukan kecurangan sehingga Komdis PSSI memutuskan mendiskualifikasi.

"Kami akan membawa aturan manual book liga, yang menyebutkan bahwa status pemain U-21 Persisam bisa digunakan di tim senior maksimal lima pemain, tanpa merubah status amatir pemain tersebut," terang Budi Irawan.

Pernyataan Budi tersebut menepis tudingan klaim pengprov PSSI Kalsel yang menggugat dua pemain tim PON Kaltim, yakni Aldair Makatindu dan Radiansyah sebagai pemain persisam U-21 dan juga bermain di tim senior Persisam.

"Dalam manual book liga pasal 3 poin 8 jelas disebutkan bahwa status mereka tetap sebagai pemain amatir, meski bermain di tim senior," jelas Budi.

Budi menambah bahwa proses banding ke komisi banding PSSI yang akan dilakukan pada Minggu ini, pihaknya juga membawa dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP) para pemain tim PON Kaltim yang disoal oleh pihak Kalsel.

"Kami juga akan membawa bukti KTP domisi pemain yang memang sudah tinggal cukup lama di Samarinda," tegas Budi.

Sementara itu, manajer tim PON Kaltim, Dimas Raditya mengaku aneh dengan putusan PSSI yang cukup merugikan tim PON Kaltim.

"Kalau kita berpikir `fair` seharusnya persoalan ini disoal pada saat pertandingan, bukan setelah tim Kaltim sudah berhasil menjadi juara," terang Dimas.

Karena, menurut Dimas pada saat digelarnya Pra-PON anggota tim screning pemain sebelum disahkan, juga ada orang-orang PSSI.

"Kenapa pada waktu kita bisa bertanding, dan setelah menjadi juara lalu menjadi persoalan, kesannya lucu," papar Dimas.

Dimas membandingkan seperti timnas Argentina ketika menjadi juara Dunia, pada saat babak semi final dalam rekaman kamera jelas sang bintang Diego Armando Maradona menggunakan tangannya ke gawang Timnas Inggris, meskipun berjuta pasang mata menyaksikan rekaman tersebut tapi gelar juara Argentina tidak pernah dianulir.

"Kami juga punya bukti bahwa pemain PON Kalsel juga pernah bermain di tim junior Pelita, dan ini akan menjadi catatan kami untuk membuktikannya," imbuh Dimas. (*)



Pewarta: Arumanto
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026