Warung "angkringan" atau warung lesehan kian marak di Kota Bontang, Kalimantan Timur, padahal angkringan selama ini dikenal sebagai wisata khas di kota "gudeg" Yogyakarta.

Bahkan selain makin maraknya angkringan, wisata kuliner lainnya yang sudah mulai menjamur adalah kafe ala kota metropolitan yang kadang dipadukan dengan jasa pencucian mobil hingga pijat refleksi di satu lokasi usaha, kata seorang penggemar angkringan, Iwan Muhardi, di Bontang, Kamis.

Iwan mengaku menikmati berbagai sajian makanan di layanan cucian mobil "Kinclong" sembari menikmati hidangan kue ringan dengan ditemani segelas jus.

Selain "nongkrong" di sini, saya juga suka berkumpul di Warung Saraba ala wisata kuliner "Warung Jengo" di Samarinda.  
Warung Jengo memiliki konsep pembeli mengambil sendiri berbagai jenis makanan ringan dan berat yang sudah dibungkus, sembari memesan minuman yang disukai pada penjaga warung,  selesai santap baru membayar.

Iwan bercerita seperti Warung Saraba memiliki jam buka spesial mulai jam 15.00 Wita hingga dini hari pukul 03.00 Wita setiap harinya.

Wisata kuliner berkembang di Kota kecil peraih Adipura ini  karena Bontang merupakan kota industri dan jasa, dimana banyak dihuni oleh kaum pekerja perusahaan maupun perkantoran.  Mereka tidak mau repot dan lebih praktis membeli makanan jadi.

    
                          Kota Wisata

Selain penduduknya yang suka wisata kuliner, rupanya Bontang juga menjadi salah satu kota tujuan wisata warga Kabupaten Kutai Timur yang ber jarak sekitar 60 km dari Kota Bontang.

Marni PNS di Kutai Timur, saat dikonfirmasi keberadaan di salah satu mall di Bontang, mengaku selain sering wisata ke Samarinda juga mengaku kerap pergi ke Bontang sebagai salah satu tempat wisata atau belanja saat liburan dan akhir pekan.

Bontang memang kota kecil dan baru dimekarkan 12 tahun lalu, di bawah pemerintahan wali kota periode pertama dan kedua yang semua dijabat oleh Sofyan Hasdam, salah satu objek wisata yang berhasil diwujudkan adalah Mal Ramayana.

Sementara itu mall lain atau semi mall yang telah hadir beberapa tahun sebelumnya, antara lain  Bontang Plaza, Pertokoan Gunung Mas, Andika Plaza, Toko Fajar, Koperasi Pupuk Kaltim.

Di kawasan Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, disediakan pujasera yang mengelar penjualan aneka makanan berat dan ringan juga minuman, juga beberapa tempat pusat jajan serba ada (pujasera) di setiap kawasan perumahan bagi karyawannya.

Bontang dengan penduduk 179.465 jiwa, masuk kategori kota kecil, merupakan kota pesisir yang memiliki industri dan jasa modern.

"Bontang sebenarnya memiliki potensi wisata yang cukup kaya dan heterogen dibuktikan dengan banyaknya atraksi wisata seperti wisata budaya, wisata buatan, wisata komunitas, wisata alam," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Fahrullah.

Fahrullah menargetkan Bontang sebagai pusat pendidikan, budaya, dan tujuan wisata terkemuka dalam menopang kota industri dan jasa yang mampu meningkatkan pangsa pasar dan berdaya saing tinggi serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan daerah.

"Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus menggali dan melestarikan budaya bangsa, mengembangkan kreasi nalar imajinasi, serta menumbuhkan kesadaran memajukan pariwisata Kota Bontang," ujar Fahrullah.

Bontang sebagai daerah pesisir dan industri berskala internasional, salah satu potensi diantaranya wisata bahari.

"Dalam pemetaan titik-titik potensi yang memang bisa dijadikan obyek wisata, saat ini telah digali tiga titik potensi obyek wisata dan akan terus dicari potensi lainnya,? terang Fahrullah.

Dikatakan titik potensi pertama, wisata mangrove dengan telah membangun tempat parkir, pos jaga tahun 2010 lalu.

"Lokasi mangrove di Berbas Pantai, detail engenering design (DED) telah siap.  Bontang mengundang para investor untuk menanamkan modal disini," kata Fahrullah.

Investor juga diundang untuk mengarap titik potensi kedua, wisata di Pulau Beras Basah, dengan rangcangan akan dibangun anjungan berupa ponton yang akan menghubungkan dengan Pulau Kedindingan.

"Wisatawan dipastikan akan puas, bisa melihat biota bawah laut yang cukup menawan, juga  snorking dan diving," ujar mantan Kadis BKD Bontang ini sembari menyebutkan obyek wisata Beras Basah saat ini telah memiliki rencana induk pengelolaan obyek wisata (RIPOW).  

Pulau Beras Basah memiliki panorama pemandangan yang cukup indah dan menyimpan biota laut seperti nudibranch, coral acropora branching, clown fish, mushroom, sponges, blue star, bintang laut biru, rubble.

Sementara di persekitaran Pulau Kedindingan menyimpan biota laut ikan terbang (butterfly fish), coral acropora barnching, dendronophthya sp, ephipidae, soft, hard coral, sponges, cacing karang.

Potensi wisata Beras Basah jika digarap dengan apik tak kalah dengan Bali.  
Lokasi potensi wisata ketiga dikatakan Fahrul adalah "Bontang City Park" berlokasi di Jl Imam Bonjol.

Untuk "Bontang City Park? atau hutan kota merupakan partisipasi dari PT Kaltim Pasifik Amoniak melalui alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Sebagai daerah industri pengolah gas alam dan pupuk, masyarakat Bontang haus hiburan dan tempat rekreasi.

PT Badak LNG beberapa tahun lalu, pernah membuka arena wisata pantai Marina.  Masyarakat dikala sore hari bisa menikmati deburan ombak pantai, sembari menyaksikan kapal tanker pengangkut gas cair alam produksi PT Badak yang sedang bersandar.  

Karena pengungjung pantai Marina melanggar prosedural yang ditetapkan, yakni dilarang  menimbulkan api seperti membakar ikan dilokasi yang dikhawatirkan percikan api menyulut kebakaran dilokasi yang berdekatan dengan tanker pengangkut gas yang sedang melakukan pengisian.  

PT Pupuk Kaltim juga memiliki beberapa titik rekreasi lainnya seperti kolam pemancingan, arena perkemahan Cibodas, Danau Buatan.

Aneka fasilitas hotel yang berkelas juga ada di Bontang dengan memiliki fasilitas kolam renang.

Kota Bontang yang terkenal dengan sambel "Gami" di kawasan kota lama Bontang Kuala juga merupakan salah  satu tujuan wisata.

    
              Miniatur Indonesia

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka pameran pembangunan HUT Pemerintah Kota Bontang 26 Oktober 2011 lalu, mengatakan bahwa Bontang miniatur Indonesia.  Mengapa demikian, karena di Bontang terdapat 72 paguyuban dengan beragam ttnis. Masing-masing membawa budaya asal daerah.

Salah satu budaya yang cukup eksis di Bontang, adalah seni  budaya Jawa.  Mereka dengan berbekal keahlian dan bakat seni merantau ke Bontang.  

Kepiawaian seniman dari Jawa baru-baru ini dibuktikan Wahyu Dunung Raharjo menjadi juara umum sebagai penyaji terbaik di ajang Festival Dalang Remaja.

Festival itu diselenggarakan oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) di Taman Mini Indonesia oleh pada 19-22 Oktober 2011 lalu.

Bontang ibarat gadis cantik di tengah hutan, bahkan seorang pemandu wisata asal Surabaya berujar Bontang tak kalah dengan Singapura.  Hanya bedanya, di sana tanah sempit bangunan lebih modern sedangkan Bontang tanah masih luas.  

Bontang sebagai kawasan industri raksasa penghasil gas dan pupuk masing-masing memiliki desain besar sendiri.

PT Badak NGL juga memiliki penataan kawasan pabrik, perumahan dan fasilitas umum hingga lapangan terbang.

Pemerintah Kota Bontang juga memiliki penataan kawasan perkantoran baru sendiri. Ada pepatah menengok ke kiri (Kawasan PT Badak) adalah Singapura, menengok kanan (Kawasan PT Pupuk Kaltim adalah Malaysia dan di tengah-tengah Pemerintah Kota Bontang.        Dan Bontang perlahan namun pasti menuju Kota Wisata di Kaltim.(*)

Pewarta: Suratmi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026