Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Faisal, "offroader" tuan rumah Samarinda menjadi kampiun kelas ekstrem perlombaan "Offroad Fresh Gathering" di Arena Offroad Pesona Mahakam, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, 29-30 Oktober 2011.

Faisal memang nyaris tidak punya lawan. Selain spesifikasi mobilnya rata-rata lebih baik dari pada para peserta lain, offroader 37 tahun ini juga punya skill mumpuni. Dari 6 special competition stage (SCS) atau trek khusus lomba, ia menjadi yang tercepat di dua SCS.

"Kalaupun tak jadi yang tercepat di setiap SCS, Faisal masuk finish SCS tanpa penalti," kata Taufik Wisnu Brata, offroader dari klub offorad K2 Samarinda. Taufik sendiri menyabet gelar runner up. Juara ketiga adalah rekannya satu klub Hima Kurniawan.

Taufik dan Hima sendiri memulai lomba dengan tidak meyakinkan. Pada SCS 1 yang dilombakan Sabtu (29/10), Taufik dan Hima gagal masuk finish. Keduanya akhirnya mengejar poin peserta-peserta lain sejak SCS 2 dan seterusnya membalap dengan baik hingga SCS terakhir.

Bila kelas extreme dikuasai para offroader Samarinda, kelas standar milik para offroader Balikpapan. Para juara adalah Said Adul sang kampiun, runner up Herman, dan tempat ketiga Budi Bledug

Said Adul dengan Suzuki Jimny 80-nya mendominasi dengan finish tercepat di 4 SCS. Total setidaknya ini gelar keempat di ajang kompetisi offroad yang dikoleksi Said sejak offroad Kalimantan Bersatu di arena offroad Km 19, Balikpapan, Mei silam.

"Sudah saatnya Said pindah ke kelas ekstrem," kata Abang, panggilan akrab Subehan Pramudaya, trek master lomba ini.

Karena digelar di Samarinda, yaitu di lahan yang belum dimanfaatkan oleh pengembang di perumahan elit Pesona Mahakam di Samarinda Seberang, para peserta umumnya berasal dari Kota Tepian tersebut. K2 saja menurunkan empat offroader, dimana selain Hima dan Taufik masih ada Tony Satoto, Santung, Agus Wibowo, dan dedengkotnya K2, Budi Suhardono alias Budi Bor, offroader senior berusia 60 tahun lebih.

Ada juga Toto Kayu, offroader senior yang masih tampak garang, dan dr Syaiful Anwar, ketua IOF (Indonesian Offroad Federation) Komda Kaltim periode 2005-2009.

Dari offroader muda ada Haris yang harus merasakan terbalik hingga dua kali di hari Minggu.

Dari Balikpapan, kota yang juga terkenal sebagai gudang offroader berbakat dan berprestasi hanya menurunkan Guntur dari Gunung Malang, Anthony dan Toni dari East Borneo Offroad Squad (EBOS), dan Bambang Prajoto yang mewakili Total Offroad Club (TOC).

"Kami menggelar acara ini memang dengan sumber daya terbatas. Syukur bisa berlangsung lancar dan sukses," kata Liong Tak Sun, panitia.

Sesuai dengan judul event, Fresh Gathering, menurut Asun, acara itu diniatkan untuk bersilaturahmi antaroffroader Kaltim. "Ya ajang kumpul-kumpul karena lama tak bersua," sambung Asun. (*)


Pewarta: Novi Abdi
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026