"Hal ini tentu menggembirakan karena populasi sapi yang ada lebih banyak dari jumlah registrasi," i data register di Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian Bontang,? kata Kepala Badan Pusat Statistik, Basirwan Suwandi, di Bontang, Selasa.
Guna mendukung program swasembada daging sapi-kerbau 2014 diperlukan data akurat sesuai populasi dasar sapi potong yang selama ini diragukan semua pihak, mengingat selama ini pendataan hanya dilakukan berdasar registrasi.
Bontang berdasarkan hasil laporan pelaksanaan pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau 2011 pada 2-16 Juni 2011 lalu, populasi sapi dan kerbau sebanyak 523 ekor melampau
Dia uraikan kosentrasi sapi dan kerbau tertinggi ada di Bontang Lestari yang mencapai 197 ekor, di Tanjung Laut dan Loktuan populasi sebanyak 47 ekor, di Gunung Elai sebanyak 46 ekor sapi.
Dua kelurahan yang tidak ada ternak sapi dan kerbau adalah kelurahan Berebas Tengah dan Bontang Baru.
Menurutnya pelaksanaan program swasembada daging dan kerbau (PSDSK) 2011 berjalan lancar, berkat komitmen seluruh keluarga besar BPS Bontang dan mitra statistik yang jumlahnya 10 orang.
"Seluruh staf BPS yang jumlahnya 12 orang, kami babat habis untuk turun langsung sebagai pengawas/pemeriksa lapangan (PML) sekaligus mendampingi petugas pendata lapangan (PCL)," ujar Basirwan.
Tujuan umum pendataan sapi dan kerbau selain mendukung program swasembada daging sapi dan kerbau 2014 juga memiliki tujuan khusus yakni memperoleh data populasi dasar untuk ternak sapi potong, sapi perah dan kerbau 2011 dengan metode sensus.
Memperoleh komposisi populasi ternak sapi potong dan kerbau. Mengetahui posisi ternak dalam negeri untuk mengurangi impor bakalan dan daging sapi. Melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh rumah tangga dan atau unit usaha yang melakukan pemeliharaan sapi potong dan kerbau.
"Tujuan khusus terakhir membangun data-base (by name by address) ternak sapi potong yang lengkap, akurat dan mutakhir sebagai dasar pemeliharaan data pada tahun-tahun berikutnya," kata Basirwan.
Cakupan dan metodologi pendataan sapi dan kerbau secara serentak di Indonesia, mencakup 33 provinsi, 497 kota/kabupaten, 6.580 kecamatan, 76.581 desa/kelurahan.
Kalimantan Timur meliputi 14 kota/kabupaten, 136 kecamatan, 1.465 desa/kelurahan dan 13.218 RT. Hasil pendataan 839 desa/kelurahan dikategorikan desa potensi peternakan dan 626 yang tidak potensi.
"Untuk wilayah Bontang, diperoleh 17 pedagang sapi dan kerbau, terdiri enam pedagang sapi dan 11 orang pedagang kerbau, serta seluruh kelurahan berkategori potensi peternakan," pungkas Basirwan.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.