"Pemerintah kabupaten mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak agar tidak mudah terpengaruh," kata Mustaqim saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 di Penajam, Senin.
Mustaqim mengemukakan sekarang ini banyak beredar berita bohong atau hoax yang isinya menghasut dan mengajak untuk membenci kelompok tertentu.
"Berita gurauan maupun ujaran kebencian yang kerap disebarkan melalui media sosial adalah salah satu ciri berita bohong," jelas Mustaqim.
Menurut wabup, berita bohong harus diwaspadai karena memunculkan fitnah dan mengajak kebencian pada kelompok tertentu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Terkait makna peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2017, Mustaqim berharap momentum ini dapat menjadi babak baru bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
"ASN atau PNS (pegawai negeri sipil) harus lebih bersemangat dalam membangun dan menghadapi setiap tantangan di masa depan," tegasnya.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2017 mengangkat tema "Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional.
Ia menambahkan, peringatan Harkitnas sebagai refleksi perjalanan panjang bangsa Indonesia yang dalam sejarahnya menemui banyak liku dan sarat pengalaman bagi keberlangsungan pembangunan di Indonesia hingga saat ini.
Dinamika yang menyertai perjalanan sejarah bangsa turut memberikan efek dominan menuju kedewasaan berpikir dan bertindak.
"Kobarkan selalu semangat berbangsa dan bernegara untuk membentuk tatanan ideal dan terwujudnya bangsa yang bermartabat," tambah Mustaqim. (*)
Pewarta: Bagus Purwa: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026