Samarinda (ANTARA News - Kaltim) - Manajemen Persema Malang mengambil langkah tegas dengan meminta Badan Lioga Indonesia (BLI) untuk meninjau ulang status Aeng Suerlan sebagai wasit di Indonesia Super Liga (ISL) 2010/2011.
    
"Kami sangat kecewa bukan dengan hasil bahwa tim kami kalah namun dengan wasit yang salah dalam menegakkan peraturan pertandingan khususnya hadiah pinalti kepada tuan Persisam dan pada saat eksekusi yang dilakukan oleh Jelo," kata Asmuri, Manajer Persema Malang, di Samarinda, Senin.
    
Pihaknya mengambil keputusan itu karena kecewa dengan kepemimpinan Aeng pada saat pertandingan antara Persema Malang melawan Persisam Putra Samarinda di Stadion Segiri Samarinda Minggu (3/10).
   
Asmuri menerangkan bahwa  hadiah pinalti yang diberikan Aeng kepada tim tuan rumah tidak perlu terjadi karena Ia mengangap pemainnya tidak melanggar Choi Dong Soo pemain Persisam, dan menilai Choi berpura-pura menjatugkan dirinya (diving).
    
Selain itu kata pelatih Timo, pada saat Julio Lopes melakukan tendangan pinalti Jelo melakukan gerakan lebih dari satu kali dan sempat berhenti sebelum melakukan tendangan, dan itu dinilainya telah melanggar aturan.
   
Persoalan lain yang mereka sesalkan adalah ketika tim ofesial melayangkan protes kepada inspektur pertandingan dan wasit, protes tersebut tidak digubris dan tetap mengesahkan gol pinalti Jelo.
    
"Padahal dalam teknical meeting telah dibahas aturan terkait tendangan pinalti sesuai dengan aturan baru dimana pemain hanya  boleh melakukan satu gerakan  menendang, dan seharsunya dengan gerakan itu Jelo layak mendapatkan kartu kuning," papar asmuri.
     
Atas keputusan wasit Aeng Suerlan itu, Persema Malang akan melayangkan protes kepada BLI dan meminta status wasit Aeng untuk ditinjau ulang.
   
"Bagaimana sepak bola Indonesia bisa maju kalo masih seperti ini terus dan saling membalas, padahal Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono telah mengamanatkan pertandingan Liga Indonesia supaya berlangsung bersih dan fair play," kata dia.
    
Ia mengaku sedih, bila kondisi sepak bola Indonesia terus berlangsung dengan dipimpin oleh wasit yang tidak profesional.
    
"Persoalan seperti ini sehingga saya setuju dengan wacana menggunakan wasit dari luar negeri dalam memimpin pertandingan liga profesional di Indonesia," imbuh dia.



Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026