"Surplus sebesar itu diperoleh dari hasil ekspor berbagai komoditas sebesar 6,566 miliar dolar dikurangi biaya impor sejumlah komoditi senilai 1,754 miliar dolar AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur M Habibullah di Samarinda, Selasa.
Menurutnya, perdagangan luar negeri merupakan kegiatan ekonomi yang memiliki peran penting dalam menunjang pembangunan daerah maupun negara, karena dari kegiatan ekspor akan diperoleh devisa yang merupakan salah satu sumber dana untuk membiayai pembangunan.
Sedangkan dari kegiatan impor, maka akan diperoleh bahan baku atau barang modal yang diperlukan dalam pembangunan, baik untuk keperluan di daerah maupun keperluan secara nasional.
Sejumlah komoditas yang diekspor Kaltim periode Januari - Juni 2016 dengan nilai 6,566 miliar dolar itu terdiri dari ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 1,98 miliar dolar AS dan ekspor nonmigas sebesar 4,58 miliar dolar AS.
Ekspor migas yang sebesar 1,98 miliar dolar itu terdiri dari tiga komposisi, yakni minyak mentah senilai 517 juta dolar, hasil minyak senilai 83,9 juta dolar, dan ekspor gas sebesar 1,38 miliar dolar.
Sedangkan untuk ekspor non migas yang terbesar masih diperoleh dari batu bara dan penggalian dengan nilai 3,94 miliar dolar AS, sementara sisanya merupakn komoditas lain seperti pupuk, bahan kimia anorganik, bahan kimia organik, dan hasil laut.
Menurutnya, negara tujuan ekspor migas dari Kaltim antara lain ke Jepang senilai 845 juta dolar, ke Taiwan sebesar 212 juta dolar , ke Australia senilai 163 juta dolar, ke Korea Selatan senilai 237 juta dolar, dan ekspor ke Singapura sebesar 317 juta dolar.
Untuk non migas antara lain ekspor ke India senilai 1,04 miliar dolar, ke Tiongkok 845 juta dolar, Korea Selatan 514 juta dolar, Jepang 620 juta dolar, ke Taiwan 334 juta dolar, Philipina 273 juta dolar, dan ekspor ke Malaysia senilai 251 juta dolar.
Sedangkan komoditas yang diimpor Kaltim dengan nilai 1,754 miliar dolar AS itu berupa impor migas senilai 1,234 miliar dolar AS dan impor komoditas non migas senilai 519,5 juta dolar AS.
"Negara penghasil migas yang diimpor Kaltim periode Januari-Juni 2016 antara lain Korea Selatan dengan nilai 182 juta dolar, Azerbaijan senilai 295 juta dolar, Angola sebesar 48,9 juta dolar, dan impor migas dari Singapura sebesar 80 juta dolar," ujarnya. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026