Samarinda (ANTARA Kaltim) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur dalam empat bulan terakhir terus mengalami penguatan, sehingga kondisi ini menggambarkan penghasilan petani sawit juga meningkat.

"Untuk TBS umur 10 tahun ke atas pada Februari seharga Rp1.170,39 per kg, pada Maret naik menjadi Rp1.267,85 per kg, dan untuk April 2016 kembali naik menjadi Rp1.393,79 per kg," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Etnawati di Samarinda, Kamis.

Didampingi Kepala Bidang Usaha Perkebunan M Yusuf, Etnawati melanjutkan, kenaikan harga TBS ini merupakan kabar menggembirakan bagi petani kelapa sawit di Kaltim, sehingga diharapkan petani sawit lebih semangat dalam meningkatkan hasil kebunnya.

Sedangkan rincian harga TBS semua umur berdasarkan hasil rapat penetapan harga TBS sawit di akhir Maret untuk harga pada April 2016, TBS umur tiga tahun ditetapkan seharga Rp1.222,06 per kg, atau menguat lebih 100 poin ketimbang bulan sebelumnya yang seharga Rp1.111,65 per kg.

TBS umur empat tahun naik menjadi Rp1.247,55 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang seharga Rp1.135,06, umur lima tahun naik menjadi Rp1.274,21 dari bulan sebelumnya yang seharga Rp1.158,91 per kg.

Kemudian umur enam tahun naik menjadi Rp1.307,11 ketimbang Maret yang seharga Rp1.188,86 per kg, umur tujuh tahun menjadi Rp1.319,86 dari bulan sebelumnya yang seharga Rp 1.200,50 per kg.

Umur delapan tahun naik menjadi Rp1.351,65 dari sebelumnya Rp1.229,50 per kg, umur sembilan tahun menjadi Rp1.382,51 dari sebelumnya Rp1.257,67 per kg, dan umur 10 tahun hingga 25 tahun ditetapkan seharga Rp1.393,79 dari sebelumnya Rp1.267,85 per kg.

Sementara untuk harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertimbang ditetapkan menjadi Rp6.898,27 per kg, atau mengalami kenaikan Rp562,76 ketimbang Maret yang seharga Rp6.335,51 per kg.

Kemudian harga kernel (inti sawit) rerata tertimbang ditetapkan menjadi Rp4.626,91, atau mengalami kenaikan ketimbang bulan sebelumnya yang masih seharga Rp3.957,15 per kg.

"Berdasarkan perhitungan kami, bisnis kelapa sawit baik jangka pendek maupun jangka panjang memiliki prospek bagus, karena keberadaan minyak sawit masih menjadi kebutuhan pokok baik bagi warga Indonesia maupun luar negeri," kata Yusuf. (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026