Anggapan lain yang berkembang dalam pergaulan sosial, hanya menjadi seorang "pegawai" (PNS, honorer atau karyawan perusahaan) bisa dianggap sebagai sebuah "pekerjaan" sehingga jarang sekali mahasiswa yang bercita-cita menjadi wirausahawan.
Tak heran, Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak beberapa hari lalu mengungkapkan data bahwa sekitar 30.000 sarjana jebolan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda kini statusnya masih penggangguran.
Padahal, untuk mendapatkan pekerjaan tidak harus menjadi pegawai, terbukti perkembangan usaha kecil di Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, yakni terlihat dari bertambah jumlah unit usaha serta nilai omzetnya.
"Data peningkatan unit usaha dan omzetnya itu menggambarkan bahwa sektor riil di Kaltim menggembirakan sehingga bisa mendukung program pemerintah dalam mengatasi masalah penggangguran dan ketenagakerjaan," Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Kaltim, Siti Rusmalia Idrus.
"Kami memang terus melakukan motivasi kepada para pengusaha kecil, termasuk kepada yang belum memiliki pekerjaan tetap agar mau berwira usaha sehingga pertumbuhan di sektor ini terus meningkat," katanya.
Selama lima tahun terakhir, unit usaha serta omzet yang dikelola pengusaha kecil terus meningkat. Misalnya, Di Kaltim pada 2005 tercatat ada 274.069 unit usaha masing-masing pada sektor industri 229.704 unit, sektor perdagangan 24.152 unit dan sektor jasa 20.213 unit yang mampu menampung 548.871 pekerja.
Pada 2006 jumlah usaha kecil di Kalimantan Timur meningkat menjadi 341.931 unit, antara lain pada sektor industri sebanyak 286.535 unit dan sektor perdagangan 30.186 unit.
Selanjutnya yang bergerak di sektor jasa sebanyak 25.210 unit. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat di sektor ini sebanyak 685.466 orang dengan omzet Rp8,319 miliar.
Jumlah engusaha kecil pada 2007 meningkat lagi, yakni menjadi 359.154 unit, yakni pada sektor industri sebanyak 299.111 unit dan sektor perdagangan 33.526 unit usaha.
"Untuk yang bergerak di sektor jasa sebanyak 26.333 unit usaha, sementara tenaga kerja yang terserap sebanyak 715.970 orang, sedangkan omzet yang diperoleh Rp8,689 miliar," katanya.
Pada 2008, jumlah pengusaha kecil naik menjadi 362.221 unit masing-masing pada sektor industri 302.288 unit dan sektor perdagangan s33.861 unit.
Selanjutnya yang bergerak di sektor jasa sebanyak 26.072 unit. Sedangkan tenaga kerja yang dilibatkan untuk tiga sektor usaha itu sebanyak 723.130 tenaga kerja. Sementara omset yang diperoleh mencapai Rp8,776 miliar.
"Pada 2009 pengusaha kecil sebanyak 366.408 unit dengan rincian, sektor industri 304.102 unit, sektor perdagangan 36.231 unit, dan sektor jasa sebanyak 26.075 unit. Tenaga kerja yang terlibat sebanyak 737.592 orang, dengan omset Rp10,222 miliar," kata Siti Rusmalia.
Melihat data itu, maka berbagai peluang usaha terbuka di Kaltim tinggal kemauan serta "keberanian" untuk melepaskan gengsi, misalnya seorang sarjana mau melakukan berbagai unit usaha kecil, antara lain pembenihan tanaman, ikan dan udang, budi daya jamur tiram, rumput laut, tambak ikan dan budi daya keramba.
Pada sektor riil ini juga mendapat dukungan pendanaan baik melalui lembaga perkreditan, perbankan, serta dukungan dari instansi teknis Disperindakop.
Berita terkait:
30.000 Penggangguran Jebolan Universitas Mulawarman
Perpustakaan Universitas Mulawarman
Samarinda
(ANTARA News-Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur mengatakan ada sekitar
30.000 sarjana jebolan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda menjadi
pengangguran karena tidak terserap di pasar kerja.
"Salah satu
solusinya maka pihak Unmul harus mensinergikan program yang dicanangkan
oleh Pemprov Kaltim. Tujuannya adalah jurusan atau program keahlian yang
dibuka Unmul berkorelasi dengan kebutuhan kerja yang dicanangkan
Pemprov, kata gubernur," kata Awang Faroek Ishak di Samarinda, Sabtu.
"Saya
punya data bahwa di antaranya adalah saat penerimaan CPNS setiap tahun
yang pesertanya kebanyakan dari lulusan Unmul," katanya menegaskan.
Pernyataan itu disampaikan gubernur saat memberikan ceramah pada
acara diskusi publik membedah hasil Ujian Nasional 2010 di Hotel Borneo
Samarinda yang digelar Dinas Pendidikan Kaltim bekerja sama dengan Dewan
Pendidikan Kaltim.
Menurut gubernur, saat penerimaan CPNS di
Kaltim, memang bukan melulu diikuti oleh peserta lulusan Unmul namun
ada sejumlah lulusan dari perguruan tinggi lain yang juga tidak lulus
tes CPNS akan tetapi peserta terbanyak adalah dari Unmul.
Setelah
mereka tidak diterima menjadi PNS, lanjutnya, maka kebanyakan dari
mereka menjadi pengangguran. Ini terjadi karena Unmul tidak membuka
program kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja di Kaltim.
Ia
menyebutkan, hingga kini sejumlah perusahaan besar yang bergerak di
Kaltim sangat membutuhkan sarjana-sarjana handal seperti tenik kimia,
industri dan lainnya.
Kebutuhan tenaga kerja itu ternyata belum
dimiliki oleh Unmul, sehingga perusahaan tersebut mau tidak mau harus
mengambil sarjana-sarjana dari luar Kaltim.
Kaltim sudah
dicanangkan oleh pemerintah pusat sebagai dua klaster industri yakni
industri pertanian oleochemical dan klaster industri migas kondensat.
Kedua
klaster industri itu tentu saja akan menyerap tenaga kerja cukup
banyak, apalagi yang menetapkan adalah pemerintah pusat, sehingga
berbagai upaya, termasuk pendanaan juga akan dibantu oleh pusat.
Untuk
itu Rektor Unmul harus bersinergi dengan program yang dicanangkan oleh
Pemprov Kaltim. Tujuannya adalah jurusan atau program keahlian yang
dibuka Unmul berkorelasi dengan kebutuhan kerja yang dicanangkan
Pemprov, kata gubernur.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.