“Pemerintah Kaltim acap kali memberikan bantuan berupa lahan pertanian dan ketersediaan alat penunjangnya. Sayangnya, tak dimanfaatkan warga dengan baik,†kata Rita Barito.
Sering ditemui, kata Rita lagi, para petani ini menjual lahan pertanian ke perusahaan. Uang yang didapatkan dari menjual lahan memang besar, bisa digunakan untuk membeli rumah dan lain sebagainya. Namun, jika uang yang didapat sudah habis, mereka lantas melakukan protes ke pemerintah guna mendapatkan hak lahan baru lagi.
“Hal ini yang sering terjadi selama ini harus ada tindakan tegas pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyudahinya. Lahan pertanian harus terus dipertahankan guna mewujudkan ketahanan pangan di masa mendatang,†tegas Rita.
Padahal, lanjut Politikus Golkar ini, sektor pertanian berpotensi menjanjikan dan tidak terlalu ribet. Namun problema yang terus terjadi ialah ketersediaan sumber daya manusia untuk sektor pertanian masih kurang di Kaltim. Apabila ini dibiarkan akan mengancam ketahanan pangan di masa mendatang.
"Yang pasti, pemerintah menjamin beberapa luasan lahan yang tersedia di Kaltim tetap akan dipertahankan, sehingga tak akan beralih fungsi menjadi perkebunan atau lahan pertambangan," kata Rita lagi. (Humas DPRD Kaltim/adv)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.