Ubayya Bengawan saat rapat paripurna penyampaian LPKj Kepala Daerah 2011-2016 di DPRD Bontang, Senin, mengemukakan secara global musim kemarau di beberapa tempat menyebabkan kabut asap yang kian tebal akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Saya Hanya mencermati bahwa asap di sekitar kita semakin tebal. Untuk itu, saya minta SKPD terkait melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada warga. Saya belum melihat ada tindakan nyata pemkot untuk menindaklanjuti hal ini," kata Ubayya.
Wali Kota Bontang Adi Darma langsung menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan persoalan kabut asap ini Bontang masih belum parah dan dalam kondisinya normal.
"Kita lihat alat atau indeks standar pencemaran udara (ISPU) di pertigaan Yabis dan Hov itu masih hijau, itu artinya ambang batas kadar udara masih normal," katanya.
Menurut ia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bontang dalam beberapa waktu terakhir juga telah melakukan pemadaman pada sejumlah titik api yang terjadi di wilayah setempat.
"Kota ini kecil dan sangat dekat dengan wilayah Kutai Kartanegara dan Kutai Timur yang mayoritas mempunyai lahan perkebunan luas. Meskipun begitu, kita akan lakukan koordinasi dengan dua wilayah itu," tambahnya. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.